Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Jerman Kian Lengket dengan Ukraina, Buktinya Tawarkan Ratusan Senjata Howitzer

Jerman Kian Lengket dengan Ukraina, Buktinya Tawarkan Ratusan Senjata Howitzer Kredit Foto: Reuters/Zohra Bensemra
Warta Ekonomi, Berlin -

Ukraina telah menerima tawaran pengiriman sejumlah besar howitzer dari sebuah perusahaan senjata Jerman. Demikian disampaikan seorang sumber di pemerintah Jerman mengatakan, Minggu (11/4/2022).

"Tawaran ini benar ada," kata sumber itu kepada Reuters tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Baca Juga: Ternyata Oh Ternyata... Donasi Satelit Elon Musk ke Ukraina Dibiayai Pemerintah AS!

Mengutip sejumlah sumber di pemerintah Ukraina, mingguan Jerman Welt am Sonntag melaporkan pada Sabtu bahwa pabrikan senjata Krauss-Maffei Wegmann menawarkan 100 howitzer, sejenis senjata artileri swa gerak (self-propelled), kepada Ukraina.

Mingguan itu mengatakan pabrikan itu saat ini belum siap mengirimkan senjata tersebut dan menyarankan agar militer Jerman mendistribusikan 100 unit howitzer milik mereka ke Kiev.

Perusahaan itu akan mengirimkan senjata baru ke militer Jerman jika howitzer mereka sudah siap. Kemungkinan mulai paruh kedua 2024.Krauss-Maffei Wegmann belum bisa dihubungi untuk dimintai komentarnya.

Seorang juru bicara di kementerian pertahanan Jerman menolak untuk bicara. Menyusul invasi Rusia di Ukraina pada 24 Februari, pemerintah Jerman mengubah kebijakan yang mereka pegang selama ini untuk tidak mengirim senjata ke zona konflik.

Mereka mengatakan akan memasok berbagai senjata, termasuk rudal Strela, ke Ukraina. Kanselir Olaf Scholz pada Jumat mengatakan penting bagi Jerman untuk hanya memasok senjata yang biasa dipakai tentara Ukraina, seperti peralatan militer tua dari masa komunis Jerman Timur.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan