Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Erdogan Kecam Israel karena Serang Jemaah Palestina di Masjid Al-Aqsa

Erdogan Kecam Israel karena Serang Jemaah Palestina di Masjid Al-Aqsa Kredit Foto: Reuters/Bernadett Szabo
Warta Ekonomi, Ankara -

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada Minggu (17/4/2022) bahwa dia telah memberi tahu Presiden Palestina Mahmoud Abbas bahwa dia mengutuk "intervensi Israel terhadap jamaah" di masjid Al-Aqsa Yerusalem dan ancaman terhadap "status atau semangatnya".

Dilansir The New Arab, komentar Erdogan muncul di tengah upaya Turki dan Israel dalam beberapa pekan terakhir untuk menormalkan hubungan mereka yang telah lama tegang, sebagai bagian dari serangan pesona regional yang diluncurkan oleh Ankara pada 2020.

Baca Juga: Pendirian Negara Palestina dengan Ibu Kota Yerusalem Solusi Satu-satunya Konflik Israel

Pada Jumat (15/4/2022), sedikitnya 152 warga Palestina terluka ketika polisi anti huru hara Israel menyerbu kompleks masjid Al-Aqsa.

Sebagian besar cedera warga Palestina disebabkan oleh peluru karet, granat kejut dan pemukulan dengan tongkat polisi, kata Bulan Sabit Merah Palestina.

"Selama panggilan kami, saya memberi tahu Abbas bahwa saya sangat mengutuk intervensi Israel terhadap jamaah di Masjid Al-Aqsa dan bahwa kami akan menentang provokasi dan ancaman terhadap status atau semangatnya," kata Erdogan di Twitter.

“Turki selalu mendukung Palestina,” tambahnya.

Kompleks Al-Aqsa berada di atas dataran tinggi Kota Tua Yerusalem Timur, yang direbut oleh Israel dalam perang Timur Tengah 1967, dan dikenal oleh umat Islam sebagai al-Haram al-Sharif, atau Tempat Suci, dan bagi orang Yahudi sebagai Kuil Gunung.

Turki, yang mendukung solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina, mengatakan pihaknya yakin pemulihan hubungan dengan Israel juga akan membantu menemukan solusi untuk masalah ini, tetapi tidak akan mengabaikan komitmen kepada Palestina untuk hubungan yang lebih baik dengan Israel.

Awal bulan ini, Erdogan telah memberi tahu timpalannya dari Israel Isaac Herzog, yang juga dia temui di Ankara bulan lalu, bahwa Ankara mengharapkan pihak berwenang Israel untuk peka terhadap Al-Aqsa selama bulan suci Ramadhan dan menekankan pentingnya mengizinkan warga Palestina untuk masuk. Israel.

Bulan lalu, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan dia akan mengunjungi Israel dan Palestina dengan Menteri Energi Fatih Donmez pada pertengahan Mei dan membahas penunjukan kembali duta besar dengan mitra Israel-nya selama kunjungan.

Serangan itu terjadi saat Muslim Palestina merayakan bulan suci Ramadhan, di mana peningkatan doa adalah hal biasa. Warga Palestina juga menggunakan kompleks tersebut sebagai tempat berkumpul selama sebulan, terutama setelah berbuka puasa.

Kekerasan itu dikecam oleh kepresidenan Palestina, yang mengecamnya sebagai "deklarasi perang".

Israel menginvasi Tepi Barat pada tahun 1967 dan secara ilegal mendudukinya sejak itu. Pasukan dan pemukim Israel sering menjadikan warga Palestina di Yerusalem dan Tepi Barat menjadi sasaran kekerasan dan pelecehan.

Baca Juga: Pertama di Indonesia, Zurich Luncurkan Asuransi Untuk Petani Kopi

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: