Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Saham Unilever Bangkit dari Kubur Berkat Penjualan dan Laba Bersih yang Tumbuh Subur!

Saham Unilever Bangkit dari Kubur Berkat Penjualan dan Laba Bersih yang Tumbuh Subur! Kredit Foto: Reuters
Warta Ekonomi, Jakarta -

Saham Unilever bangkit dari kubur, mulai meninggalkan tren penurunan yang terus terjadi dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Bahkan ketika pasar saham hari ini ambruk parah dihantam sentimen suku bunga The Fed, saham Unilever gagah perkasa di zona hijau.

Melansir RTI, saham Unilever dibuka stagnan di level Rp3.890 per saham. Beberapa menit usai pembukaan, saham bersandi UNVR ini terus bergerak menguat hingga sempat menyentuh level tertinggi di Rp4.140 per saham. Pada jeda siang, saham UNVR parkir dengan apresiasi 3,86% ke level Rp4.040 per saham. Baca Juga: IHSG Ambruk Parah Tinggalkan Level 7.000: Saham Perbankan Berguguran

Sejak akhir April 2022, saham UNVR menunjukkan tren menguat. Apresiasi saham UNVR tercatat sebesar 17,78% dalam sepekan atau setara dengan 10,38% dalam sebulan terakhir. Koreksi harga saham UNVR secara year to date pun terpangkas menjadi hanya -1,70%. 

Usut punya usut, pergerakan saham UNVR yang kian membaik ini terjadi ketika kinerja keuangan perusahaan juga tumbuh positif. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatat, laba bersih perusahaan naik 19,0% menjadi Rp2,02 triliun pada kuartal I 2022. 

Presiden Direktur Unilever, Ira Noviarti, mengungkapkan bahwa pertumbuhan pada kuartal I 2022 ini didorong oleh upaya membangun fundamental kuat untuk pertumbuhan dan kemenangan jangka panjang yang difokuskan dan dilakukan secara konsisten oleh Perseroan sejak pertengahan 2021. Hal itu juga didukung oleh pulihnya perekonomian Indonesia dan kembalinya mobilitas masyarakat yang mendorong peningkatan daya beli konsumen.

"Ini adalah awal yang kuat untuk tahun 2022 yang kami harap akan terus membaik bagi Unilever Indonesia. Penting bagi perusahaan sebesar kami untuk memiliki fundamental yang solid agar kembalinya pertumbuhan ini terus berjalan," pungkasnya. 

Penulis: Lestari Ningsih
Editor: Lestari Ningsih

Bagikan Artikel:

Video Pilihan