Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Nahloh, Ganjar Pranowo Disuruh Pindah Partai Kalau Masih...

Nahloh, Ganjar Pranowo Disuruh Pindah Partai Kalau Masih... Kredit Foto: Pemprov Jateng
Warta Ekonomi, Jakarta -

Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menyarankan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, agar mundur dari perebutan tiket Calon Presiden dari PDIP.

Hal itu disampaikan Jerry, menyusul tidak diundangnya Ganjar dalam acara Halal Bihalal PDIP Jateng di Panti Marhaen, Kota Semarang, Sabtu (7/5).

Baca Juga: Sindiran Telak Rocky Gerung, Sebut Pertemuan Elon Musk dan Jokowi Itu Norak karena...

"Pindah partai aja. Nggak usah ngotot nyapres pakai kendaraan partai. Toh Ganjar kan emang tidak diizinkan. Apalagi, ini juga bukan kali pertama Ganjar tidak diundang ke acara PDIP Jateng," kata Jerry kepada RM.id, Minggu (15/5).

"Kalau mau bertahan, Ganjar harus tunduk dengan aturan partai dan mendukung Puan Maharani (putri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri) saja," tandasnya.

Jerry menyebut, PDIP merupakan partai tegak lurus terhadap bosnya. Siapa pun yang hendak ikut kontestasi politik, mesti mendapat dukungan dari Ketua Umum.

"Harus ada restu dari Mega," ucapnya. 

Sebelumnya, Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo memastikan, Ganjar memang tidak diundang dalam acara Halal Bihalal tersebut.

Namun, Rudy membantah ada konflik di internal partai. 

Rudy menjelaskan, acara Halal Bihalal sekaligus konsolidasi partai itu memang hanya diikuti pengurus DPC, kader PDIP yang menjabat sebagai bupati/wali kota, dan kader PDIP yang duduk sebagai ketua DPRD kabupaten/kota.

"Memang tidak diundang. Yang diundang hanya kepala daerah kota/kabupaten dan ketua sekretaris DPC, dan ketua DPRD kota/kabupaten," ucapnya.

Baca Juga: Terkait Bersatunya PPP-Golkar-PAN, Rocky Gerung Sebut Koalisi Tak Boleh Sembarangan, Harus Ada Ini

Rudy berpendapat, Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul sengaja tidak mengundang Ganjar, karena agenda konsolidasi partai lebih tepat dibahas bersama pengurus tingkat kabupaten/kota.

"Mungkin pertimbangannya, yang mendulang suara itu ada di kota/kabupaten. Mungkin juga, karena kesibukan Pak Gubernur saat ini cukup padat. Jadi, nggak ada konflik," pungkas Rudy. 

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Editor: Adrial Akbar

Bagikan Artikel:

Video Pilihan