Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Penyebab Elektabilitas Puan Maharani Rendah Diungkap, Ternyata Oh Ternyata...

Penyebab Elektabilitas Puan Maharani Rendah Diungkap, Ternyata Oh Ternyata... Kredit Foto: DPR
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat komunikasi politik Universitas Pancasila Gede Moenanto Soekowati menilai kinerja Puan Maharani sejak menjadi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan sampai dengan Ketua DPR sudah teruji sehingga dia layak menjadi pemimpin nasional.

"Secara pengalaman dan kinerja, Puan sudah teruji. Dia memenuhi kriteria seorang pemimpin," katanya di Jakarta, Senin (16/5/2022).

Baca Juga: Masinton Pasaribu Menilai Puan Maharani Layak Jadi Capres dari PDIP

Namun, elektabilitas Puan saat ini masih relatif rendah karena tak genit melakukan pencitraan.

Gede mengatakan Puan sudah memiliki pengalaman politik sejak usia masih belia. Puan muda banyak mendampingi ibundanya, Megawati Soekarnoputri , dalam berbagai kegiatan politik di era Orde Baru.

Ditempa berbagai peristiwa politik sejak muda terbukti membuat karier Puan cemerlang.

"Itu tentunya hasil kerja keras beliau selama ini," kata Gede.

Gede meyakini Puan bisa sukses mencalonkan diri dan terpilih sebagai presiden pada 2024.

Dia menilai satu-satunya tantangan Puan saat ini adalah meningkatkan elektabilitasnya yang masih rendah dibandingkan sejumlah calon lain.

Gede pun menilai elektabilitas yang masih rendah itu diakibatkan karena Puan kurang genit melakukan pencitraan.

Baca Juga: Sindiran Telak Rocky Gerung, Sebut Pertemuan Elon Musk dan Jokowi Itu Norak karena...

Hal itu berbeda dengan kandidat capres lainnya yang kerap melakukan pencitraan dengan menunjukkan kesan merakyat di berbagai kesempatan.

"Mungkin memang sudah karakteristik Puan yang enggan berpura-pura untuk dekat dengan rakyat. Tapi dalam negara demokrasi dimana pemimpinnya dipilih langsung oleh masyarakat, tentunya pencitraan ini juga penting," tuturnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Adrial Akbar

Bagikan Artikel:

Video Pilihan