Kredit Foto: Istimewa
Harga minyak dunia ditutup menguat ke level tertinggi dalam lebih dari sepekan pada perdagangan di Jumat (23/1). Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meningkatkan tekanan terhadap Iran.
Dilansir dari Reuters, Senin (26/1), Minyak Brent naik 2,8% ke US$65,88. Sementara West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat 2,9% ke US$61,07.
Baca Juga: SIG Pasok 115.609 Ton Semen untuk Kilang Minyak Terbesar Indonesia
Pernyataan Trump memperbarui peringatan keras kepada Iran. Negara itu diminta tidak menindak para pengunjuk rasa maupun melanjutkan kembali program nuklirnya. Eskalasi tekanan ini memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak di Timur Tengah.
AS mengatakan kapal-kapal perangnya akan tiba dalam beberapa hari ke depan di Timur Tengah. Mereka juga menjatuhkan sanksi terhadap sembilan kapal dan delapan perusahaan yang terlibat dalam pengangkutan minyak dan produk petroleum dari Iran.
Adapun Kazakhstan masih menghadapi kesulitan untuk memulihkan produksi di Tengiz. Ia belum kembali beroperasi setelah operator menghentikan aktivitas menyusul kebakaran pekan lalu.
Baca Juga: AS Kritik Kebijakan Hijau Uni Eropa: Dunia Perlu Gandakan Produksi Minyak!
Insiden tersebut memperburuk tantangan yang dihadapi industri minyak dari Kazakhstan. JP Morgan memperkirakan ladang tersebut dapat tetap tidak beroperasi hingga akhir bulan ini, dengan produksi minyak mentah negara itu diperkirakan hanya mencapai rata-rata 1 juta hingga 1,1 juta di Januari.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Advertisement