Kredit Foto: Yayasan Padjadjaran Bagja Waluya
Alumni Universitas Padjadjaran melalui Yayasan Padjadjaran Bagja Waluya meresmikan Dapur Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional (BGN) Ceger 4 di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (24/1). Peresmian ini menjadi dukungan konkret masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah.
Dapur SPPG BGN Ceger 4 dikelola Yayasan Padjadjaran Bagja Waluya, yang didirikan oleh Koperasi Danakitri Padjadjaran Makmur, sebuah koperasi inisiatif Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA UNPAD). Fasilitas ini ditujukan untuk mendukung pemenuhan gizi kelompok prioritas, terutama pelajar dan ibu hamil.
Acara peresmian dihadiri Ketua Yayasan Padjadjaran Bagja Waluya Muhammad Surya Wijaya, Ketua Koperasi Danakitri Padjadjaran Makmur Kuseryansyah, Pengawas Koperasi Danakitri Padjadjaran Makmur Andi Indra Mataram, serta perwakilan Badan Gizi Nasional.
Baca Juga: Pemerintah Daerah Diminta Tangani Penyaluran Program MBG Tak Tepat Sasaran
Ketua Yayasan Padjadjaran Bagja Waluya Muhammad Surya Wijaya menyampaikan bahwa pendirian dapur SPPG BGN merupakan bentuk kontribusi nyata alumni Universitas Padjadjaran dalam mendukung program pemerintah.
“Yayasan Padjadjaran Bagja Waluya didirikan oleh Koperasi Danakitri Padjadjaran Makmur sebagai wujud kontribusi alumni Universitas Padjadjaran untuk bangsa. Salah satu fokus kami adalah mendukung pemerintah melalui pembukaan dapur SPPG BGN, dengan harapan dapat membantu meningkatkan gizi anak-anak pelajar dan ibu hamil melalui penyediaan makanan bergizi secara gratis. Kami juga terbuka terhadap kritik dan saran untuk memastikan kualitas, mutu, dan keberlanjutan program ini tetap terjaga,” ujar Muhammad Surya Wijaya.
Ketua Koperasi Danakitri Padjadjaran Makmur Kuseryansyah menegaskan bahwa inisiatif pendirian dapur SPPG BGN merupakan bagian dari komitmen koperasi dalam menjalankan fungsi sosial dan ekonomi secara seimbang.
Baca Juga: Purbaya Proyeksikan MBG Serap Rp200 T dari Alokasi Rp335 T Tahun Ini
“Inisiatif dapur SPPG BGN ini merupakan bagian dari ikhtiar kami dalam mendukung program pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Kami menyadari langkah ini masih kecil, namun kami percaya bahwa kebaikan yang dikelola dengan niat tulus dan tata kelola yang baik akan tumbuh, menguat, dan memberikan dampak yang lebih luas. Melalui kolaborasi koperasi, yayasan, dan masyarakat, kami ingin menunjukkan bahwa koperasi dapat dikelola secara modern, profesional, dan berdampak nyata,” kata Kuseryansyah.
Saat ini, Dapur SPPG BGN Ceger 4 menjadi dapur pertama yang beroperasi di bawah pengelolaan Yayasan Padjadjaran Bagja Waluya. Ke depan, yayasan tersebut tengah mempersiapkan pembukaan dapur SPPG BGN di Pulo Gadung dan Karawang, serta menargetkan pendirian 10 dapur SPPG BGN pada semester pertama 2026.
Dari sisi kebijakan, pemerintah melalui Kementerian Koperasi terus mendorong peran koperasi dalam agenda pembangunan nasional. Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Joko Juliantono, yang juga Ketua Umum IKA UNPAD, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa koperasi diharapkan berperan sebagai soko guru perekonomian sekaligus instrumen pembangunan sosial yang inklusif dan berkelanjutan. Program berbasis koperasi yang terintegrasi dengan ketahanan pangan dan peningkatan gizi dinilai sejalan dengan arah kebijakan pemerintah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Advertisement