Ternyata Investor Ritel Jadi Biang Kerok Harga Perak Tembus Rekor!
Kredit Foto: Istimewa
Harga perak melonjak dan menembus rekor tertinggi pada perdagangan di Jumat (23/1). Kenaikan didorong oleh aksi beli investor ritel dan perdagangan berbasis momentum di tengah ketatnya pasokan fisik logam mulia sekaligus logam industri tersebut.
Dilansir dari Reuters, Senin (26/1), Harga perak spot terakhir naik 5,1% ke US$101. Sementara harga emas juga mencetak rekor tertinggi baru di US$4.988.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Tegaskan Pajak Tambang 60 Persen untuk Daerah, Perumahan Rawan Banjir Disetop
Mengikuti lonjakan harga emas yang jauh lebih mahal, sejumlah analis teknikal menilai kenaikan perak yang sangat cepat telah menempatkannya pada risiko koreksi besar.
“Perak sedang berada dalam euforia yang bergerak sendiri. Dengan risiko geopolitik yang menopang emas, perak ikut terdorong, terutama karena harga satuannya lebih rendah,” kata Analis StoneX, Rhona O’Connell.
“Semua orang tampaknya ingin ikut terlibat, namun pergerakan ini juga memberi peringatan risiko. Ketika retakan mulai muncul, itu bisa berubah menjadi jurang besar,” tambahnya.
Kinerja pasar perak tahun lalu ditopang oleh kuatnya permintaan investasi terhadap seluruh logam mulia serta periode likuiditas tipis yang berkepanjangan di Market London. Kekhawatiran terhadap tarif mendorong arus besar ke stok perak di Amerika Serikat (AS).
Sejak Oktober, beberapa gelombang pembelian aktif oleh investor ritel melalui pembelian batangan kecil dan koin, serta aliran dana ke exchange-traded funds perak berbasis fisik, semakin menambah tekanan beli.
Namun, persediaan perak belum pulih dengan cepat. Keterbatasan kapasitas pemurnian berkualitas tinggi membatasi kecepatan kembalinya perak daur ulang ke pasar.
Baca Juga: Freeport Siapkan Perpanjangan Izin Tambang, Kontrak Berlaku hingga 2041
Ketersediaan stok pasar dan pasokan sekunder menjadi semakin krusial setelah pasar perak mencatat defisit struktural selama lima tahun berturut-turut, yang diperkirakan masih berlanjut hingga 2026.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement