Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Bintang Dewasa Jepang akan Hadiri Gala Dinner, tapi Terancam Dibatalkan karena...

Bintang Dewasa Jepang akan Hadiri Gala Dinner, tapi Terancam Dibatalkan karena... Kredit Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mantan aktris film dewasa Jepang Maria Ozawa alias Miyabi akan menggelar Gala Dinner di Jakarta. Namun, hal itu ditentang keras.

“Gala Dinner with Miyabi” dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni 2022 selama dua jam di sebuah hotel bintang lima di Jakarta, dilansir Indonesia Expat.

Baca Juga: Gawat! Kedatangan Miyabi Bisa Bahayakan Anies Baswedan, Mujahid 212: Ini Jebakan

Tiket masuknya dibanderol dengan harga Rp15 juta ditambah pajak 11 persen per orang dan hanya tersedia untuk 50 peserta, menurut pamflet yang dibagikan yang dikeluarkan oleh Repezen Entertainment Present.

Fans dilaporkan akan mendengarkan pertunjukan musik live, menerima tanda tangan dan suvenir, dan juga akan mengobrol dengan bebas dan berfoto dengan Miyabi selama makan malam.

Namun, rencana Miyabi untuk makan malam ini mengundang tentangan keras dari Damai Hari Lubis, seorang pengamat hukum dan politik dari Mujahid 212, sebuah kelompok Islam yang mencuat dalam misa 2019 yang dimaksudkan untuk menyelamatkan Indonesia.

Mantan juru bicara Habib Rizieq Shihab itu menilai, kedatangan Miyabi akan menurunkan nama Anies Baswedan di akhir masa kepemimpinannya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Karena itu, Lubis meminta Gubernur bertindak dan tidak mengizinkan Miyabi menggelar acara di Jakarta.

“Karena bisa jadi acara hiburan yang bisa menjebak gubernur,” kata Lubis.

Ia melanjutkan, kehadiran Miyabi di Jakarta saat Anies Baswedan menjadi gubernur bisa mencemarkan nama tokoh yang digadang-gadang menjadi capres 2024.

Selain itu, peristiwa ini bisa dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk meramaikan isu tersebut. dari intoleransi.

“Akan banyak penolakan dari warga Jakarta dan sekitarnya. Juga rawan provokasi yang akan mengganggu keamanan DKI Jakarta,” ujarnya.

Editor: Muhammad Syahrianto

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan