Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Indonesia Butuh Pemimpin yang Bukan Hanya Kuat, Tetapi Genuine! Prabowo-Puan Perpaduan yang Tepat

Indonesia Butuh Pemimpin yang Bukan Hanya Kuat, Tetapi Genuine! Prabowo-Puan Perpaduan yang Tepat Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Aktivisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyoroti kepemimpinan Puan Maharani sebagai salah satu kandidat potensial pada Pilpres 2024

Menurutnya, Ketua DPR RI itu, sangat tepat jika disandingkan dengan Prabowo Subianto yang merupakan perpaduan tepat untuk dapat menjadi Presiden-Wakil Presiden 2024. 

Sebab tantangan bangsa dan negara yang sudah sedemikian kompleks hanya bisa diatasi dengan kombinasi kepemimpinan Prabowo-Puan. Hal ini disampaikan oleh Natalius saat diskusi politik Indonesia Point seri-7 bertajuk ‘Puan Maharani dan Kebangkitan Nasional’ di Jakarta, Rabu (18/5).

Baca Juga: Duet Prabowo-Puan Maharani di Pilpres 2024, Natalius Pigai: Perpaduan Tepat Jawa & Sumatera Selatan

Menurutntya, Indonesia hari ini berada di titik nadir, titik di mana terjadi divergensia nalar para pemimpin dan rakyat, titik jenuh di mana perilaku pongah yang dipertontonkan pemimpin, titik di mana pemimpin hadir menerkam rakyat, titik di mana Pancasila dan simbol-simbol negara bangsa dipandang sebagai artistik simbolisme tanpa perwujudan substansial.

"Maka butuh kepemimpinan yang bukan saja kuat, tetapi genuine dan itu saya lihat pada sosok kepemimpinan Ibu Puan Maharani yang jika dipasangkan dengan Pak Prabowo akan menjadi perpaduan kepemimpinan yang mampu membawa Indonesia keluar dari rumitnya persoalan bangsa saat ini,” ungkapnya. 

Baca Juga: PDIP Bisa Saja Ngotot Pasangkang Ganjar-Puan di Pilpres 2024, tapi Alangkah Baiknya...

Natalius menjelaskan baik Prabowo maupun Puan memiliki karakter negarawan, sekaligus politikus yang karakternya tidak banyak ditemukan pada elit politik lain karena memiliki kepedulian pada bangsa dan rakyatnya, patriotik, nasionalis, tegas, objektif dan tidak mudah didikte oleh oligarki yang selama ini melingkari kekuasaan. 

Prabowo dan Puan juga adalah kombinasi Jawa dan Luar Jawa yang lebih sebagai figur candradimuka kebangsaan. 

“Apalagi Ibu Puan ditopang oleh Ibu Megawati Sukarnoputri yang memiliki karier politik yang cukup mumpungi, bernaung di bawah Partai Nasionalis yang besar dan berasal dari Jawa dan Sumatera Selatan. Ini adalah modal besar untuk kepemimpinan ke depan," ungkap Natalius.

Kepemimpinan nasional yang kuat dan genuine kata dia tercermin dalam rekam jejak kepemimpinan baik Puan maupun Prabowo. 

Masyarakat ke depan tidak boleh lagi terkecoh dengan model kepemimpinan yang ‘terkesan’ populis tetapi sebenarnya minim kemampuan. 

Penulis: Annisa Nurfitriyani
Editor: Annisa Nurfitriyani

Bagikan Artikel:

Video Pilihan