Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Jokowi “Disenggol”, Ngabalin Meledak-ledak Lagi, Refly Harun: Kalau Dia Ya Biasa Saja, Nggak Heran!

Jokowi “Disenggol”, Ngabalin Meledak-ledak Lagi, Refly Harun: Kalau Dia Ya Biasa Saja, Nggak Heran! Kredit Foto: Instagram/Refly Harun
Warta Ekonomi, Jakarta -

Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin kembali pasang badan untuk membela Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kali ini berkaitan dengan momen saat Jokowi dan para pemimpin negara di ASEAN berfoto dengan Preisden Amerika Serikat, Joe Biden. Pada momen tersebut, tak sedikit narasi yang menyebut bahwa Jokowi diabaikan pemimpin lainya hanya karena tidak saling berhadapan ke siapapun.

Ini juga yang sempat diangkat oleh Imam Shamsi Ali dalam cuitan di akun twitternya yang berujung pada “meledaknya” seorang Ngabalin. Cuitan Shamsi Ali sendiri kini diketahui sudah dihapus.

Ngabalin pun merespons terkait cuitan Shamsi dengan menyebut atau menyampaikan narasi “Watak Manusia BEROTAK SUNGSANG”.

Watak Manusia BEROTAK SUNGSANG, kesholehannya tak mampu menyembunyikan kebenciannya. Akhlaqmu rendah banget sahabat, bagaimana bisa mencantolkan IMAM utk melengkapi namamu?.#WoiSegeraSiuman,” cuit Ngabalin pada akun twitter pribadinya, dikutip Kamis (19/5/22).

Terkait respons Ngabalin yang mengeluarkan narasi “meledak-ledak” ini, Pakar Hukum Tata Negara ikut kembali angkat suara.

Refly yang sebelumnya terlibat hal serupa dengan Ngabalin menyatakan bahwa apa yang dilakukan oleh loyalis Jokowi tersebut bukanlah hal baru dan biasa saja.

Baca Juga: Ustaz Abdul Somad (UAS) Disebut Extremist oleh Singapura, Rocky Gerung: Jokowi Harusnya Tersinggung!

“Kalau yang menyatakannya Ngabalin ya sebenarnya biasa saja. Bukannya Ngabalin many times sudah melakukan itu, sehingga tidak heran lagi,” jelas Refly melalui kanal Youtubenya, dikutip Kamis (19/5/22).

Terkait cuitan Shamsi Ali yang dipermaslaahkan oleh Ngabalin, Refly menyatakan sah-sah saja dan tidak ada masalah.

Memang, menurut Refly, mungkin gaya yang dipakai oleh Shamsi lebih mengarah ke Satire yang terkesan menyindir, tetapi itu tidak ada masalah dalam konteks politik.

Penulis: Bayu Muhardianto
Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan