Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Proyek Gorden Rumah Dinas Telah Batal, Tapi DPR Malah Kunker ke Turki

Proyek Gorden Rumah Dinas Telah Batal, Tapi DPR Malah Kunker ke Turki Kredit Foto: Antara/Aprillio Akbar
Warta Ekonomi, Jakarta -

Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus menyoroti Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI yang melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Turki.

Padahal, Lucius mengaku baru akan mengapresiasi langkah BURT yang membatalkan proyek pengadaan gorden rumah dinas DPR RI.

Baca Juga: Bukan Prabowo, Anies Akan Menang Pilpres 2024 Jika Berpasangan dengan Sosok Ini

Akan tetapi, dia mengatakan BURT justru diam-diam melakukan kunker ke Turki.

Lucius pun curiga gagahnya BURT yang mau membatalkan proyek gorden bernilai fantastis itu dilakukan hanya demi mendapatkan simpati publik semata.

"Lebih parah lagi jika keputusan populis menghentikan proyek gorden, hanya sebuah kedok menutupi kegiatan kunker yang melibatkan BURT ke Turki pada 18-24 Mei," ujar Lucius kepada GenPI.co, Kamis (19/5).

Kecurigaan Lucius bukan tanpa alasan. Dia mengatakan BURT seolah sedang memanfaatkan apresiasi publik atas penyelesaian polemik proyek gorden dan merayakannya dengan diam-diam berkunjung ke Turki.

"Tanpa alasan yang jelas dan tanpa informasi kepada publik," ungkapnya.

Sebab, menurutnya, tidak ada urgensi apa pun ketika BURT kunker ke Turki.

"Kunker BURT ke Turki langsung mendegradasi keputusan populis mereka menghentikan proyek pengadaan gorden," pungkas Lucius.

Irjen Napoleon mengatakan umat Islam memang terbiasa ke masjid hanya memakai sandal jepit lusuh dan sarung.

Baca Juga: Diujung Masa Jabatan, Beberapa Pembangunan Era Anies Baswedan yang Belum Tuntas Diungkap

Namun, dia menyebut bukan berarti bisa seenaknya dipermainkan.

“Ingat, kami adalah semut hitam yang ada di mana-mana. Tunjukkan girahmu supaya mereka tahu diri,” ucap Napoleon.

Di sisi lain, dirinya juga mengimbau umat Islam supaya jangan pernah menghina agama lain.

Dengan demikian, dia mengatakan keharmonisan bisa terjaga.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Suara.com.

Editor: Adrial Akbar

Bagikan Artikel:

Video Pilihan