Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Anies Nggak Posting Momen dengan Calon PM Singapura Dikaitkan Soal Abdul Somad, Refly Harun Tegas!

Anies Nggak Posting Momen dengan Calon PM Singapura Dikaitkan Soal Abdul Somad, Refly Harun Tegas! Kredit Foto: Instagram/Ust Abdul Somad
Warta Ekonomi, Jakarta -

Masalah penolakan Singapura terhadap Ustaz Abdul Somad (UAS) masih menjadi perbincangan hangat di ranah publik.

Terbaru, pemerintah Singapura enggan meminta maaf atas kejadian Abdul Somad atau UAS dengan memberikan penjelasan yang cukup banyak termasuk mengenai tudingan UAS adalah tokoh radikal.

Masalah UAS dan Singapura mulai merambat ke banyak hal bahkan ke pihak-pihak lain salah satunya Anies Baswedan. Anies disenggol karena bertemu Menteri KeuanganSingapura H.E. Lawrence Wong saat lawatanya ke Indonesia.

Narasi permasalahan tersebut digaungkan oleh para pendukung pro pemerintahan yang menganggap Anies satu barisan dengan UAS.

Bahkan karena tidak memposting kebersamaan dengan orang penting di Singapura tersebut, Anies mulai “diserang” karena dianggap takut kehilangan suara atau pendukung.

Mengenai Anies Baswedan yang dikaitkan masalah Ustaz Abdul Somad dan Singapura soal postingan medsos, pakar hukum tata negara, Refly Harun angkat bicara.

Menurut Refly soal posting kegiatan, dalam politik selalu ada pertimbangan.

Baca Juga: Singapura Ogah Minta Maaf Soal Ustaz Abdul Somad (UAS), Omongan Refly Harun Tajam, Simak!

“Perkara kemudian tidak posting, saya kira dalam politik selalu ada pertimbangan untuk memposting dan tidak memposting, biasa saja,” ujar Refly melalui kanal Youtube miliknya, dikutip Rabu (25/5/22).

Berikutnya Refly meyinggung soal apakah pejabat publik harus memposting semua kegiatannya. Menurut Refly yang wajib adalah mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran negara.

Tetapi ada yang namanya azaz transparansi namun tidak harus dengan menyebarkan foto.

“Kita harus rasional objektif dalam memandang ini, tapi kalau dasarnya tidak paradigmatik, dasarnya hanya suka dan tidak suka, dasarnya hanya suka dan tidak suka, hanya benci dan tidak benci ya berat,” tambah Refly.

Tidak Relevan

Penulis: Bayu Muhardianto
Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan