Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Teriak Lantang Soal Ruhut Sitompul dan Meme Anies, Mega: Berdoalah Dimaafkan, Baru Kami Hukum Adat!

Teriak Lantang Soal Ruhut Sitompul dan Meme Anies, Mega: Berdoalah Dimaafkan, Baru Kami Hukum Adat! Kredit Foto: Instagram/Ruhut Sitompul
Warta Ekonomi, Jakarta -

Panglima Komandan Patriot Revolusi (Kopatrev), Petrodes Mega Keliduan terus berteriak agar kepolisian segera memproses laporannya terhadap Politikus PDIP, Ruhut Sitompul terkait meme Anies Baswedan menggunakan pakaian adat Papua.

Pemuda asal Papua itu sampai harus membuat polling di akun Twitter pribadinya @MegaPKeliduan guna menggalang dukungan masyarakat Indonesia agar Polri tak ragu-ragu menangkap Ruhut dan menetapkannya sebagai tersangka.

Baca Juga: Singgung Banyak Ulama yang Diam Saja Lihat UAS Dideportasi Singapura, Ahmad Dhani: Lihat Saja Nanti

“Apakah Rakyat Indonesia mendukung saudara @ruhutsitompul untuk segera ditangkap @DivHumas_Polri atas tindakan rasisme dia terhadap rakyat papua? Rakyat Indonesia Silahkan di RT agar banyak yang voting,” celoteh Petrodes di twitter, dikutip pada Rabu (25/5/2022).

Dalam polling online tersebut, Petrodes melampirkan bagan pertanyaan berupa “tidak, netral, mendukung, hingga mendukung sekali”. Sejak polling terbuka itu dibuat, sebanyak 27.607 warga Twitter memberi voting suaranya.

Hasilnya, pihak yang mendukung sekali mendapat suara terbanyak sebesar 81 persen. Lalu yang mendukung sebanyak 15 persen, tidak mendukung hanya 3 persen dan yang netral 1 persen.

“Selain dari Papua, rekan-rekan yang ingin @ruhutsitompul segera diproses berasal dari daerah mana saja? Absen dulu dong,” seru Petrodes.

Netizen dari berbagai daerah pun saling bersahut-sahutan. Ada yang katanya dari Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Selatan, hingga dari Jakarta.

Petrodes sangat menyayangkan, pasalnya Ruhut Sitompul hingga saat ini tidak membuat permohonan maaf terbuka. Melainkan dia menyalahkan orang yang membuat gambar tersebut.

Baca Juga: Dipolisikan atas Dugaan Rasisme, Ruhut: Saya Manusia yang Nggak Bisa Diancam sama Anak Kemarin Sore

“Saya sarankan anda meminta maaf kepada rakyat Papua secara terbuka. Dan berdoalah rakyat memafkan. Baru kami hukum adat anda!,” tegasnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Fajar.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Fajar.co.id.

Editor: Aldi Ginastiar

Bagikan Artikel:

Video Pilihan