Kredit Foto: CNN
Duterte mengatakan invasi itu merupakan serbuan skala perang terhadap "negara berdaulat." Pada Putin dan Kedutaan Besar di Manila, Duterte meminta Moskow berhenti membom dan menembakan artileri ke pemukiman warga.
Ia juga mendesak Rusia untuk mengevakuasi warga sipil tak bersalah dengan aman sebelum menggelar pengeboman. "Saya akan turun dan saya tidak tahu bagaimana menyelesaikan masalah ini," katanya.
"Anda harus menyelesaikan perang antara Ukraina dan Rusia sebelum kami dapat berbicara kembali ke kondisi normal," tambah Duterte.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: