Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Singapura Bongkar Alasan Tolak UAS, MUI: Seperti Orang Kehilangan Akal, Takut Berlebihan!

Singapura Bongkar Alasan Tolak UAS, MUI: Seperti Orang Kehilangan Akal, Takut Berlebihan! Kredit Foto: Instagram/ustadzabdulsomad_official
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, angkat bicara menyikapi alasan pihak Singapura ketika menolak masuk Ustaz Abdul Somad (UAS) pada Senin (16/5).

Dia mengingatkan, Singapura tidak perlu ketakutan berlebihan terhadap seseorang sehingga negara tersebut menolak masuk UAS ke wilayah mereka.

Baca Juga: UAS Diterpa Isu Gak Sedap Lagi, Felix Siauw: Memang Gak Fitnah, Gak Makan!

“Janganlah Singapura seperti orang kehilangan akal dan memiliki ketakutan yang berlebihan,” kata Anwar melalui layanan pesan, Kamis (26/5).

Dia mengatakan langkah Singapura yang mengusir UAS sebenarnya bisa memicu ketegangan hubungan dengan Indonesia.

Terlebih, kata mantan Sekjen MUI itu, UAS bukan sosok yang bermasalah di Indonesia. Ulama kelahiran Sumatera Utara itu tidak pernah sekali pun tersandung kasus hukum di tanah air.

“Tidak elok suatu negara mengusir warga negara tetangganya padahal yang bersangkutan di negaranya sendiri tidak bermasalah,” ujar Anwar Abbas.

Sebelumnya, Menteri Hukum dan Dalam Negeri Singapura, K Shanmugam, menyatakan mayoritas warga di negerinya menolak masuk UAS.

Menurut dia, pandangan-pandangan pendakwah kondang asal Indonesia itu bertentangan dengan nilai-nilai Singapura. 

“Mayoritas warga Singapura, semua ras dan agama, mendukung keputusan menolak Somad memasuki negeri ini,” ujar Shanmugam sebagaimana dikutip dari The Straits Times edisi Selasa (24/5).

Shanmugam menegaskan warga negaranya paham bahwa semua agama di Singapura diperlakukan sama. Oleh karena itu, Singapura menolak UAS bukan atas dasar agamanya, tetapi pandangannya. Menurut Shanmugam, Singapura tidak bisa menerima pandangan-pandangan UAS.

“Ceramah-ceramah Somad memiliki implikasi di dunia nyata,” kata Shanmugam.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Fajar.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Fajar.co.id.

Editor: Lestari Ningsih

Bagikan Artikel:

Video Pilihan