Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ancaman Berat Benar-benar Dilayangkan Bennett, Iran Sampai Mau Dibeginikan!

Ancaman Berat Benar-benar Dilayangkan Bennett, Iran Sampai Mau Dibeginikan! Kredit Foto: AP Photo/Abir Sultan
Warta Ekonomi, Tel Aviv -

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengatakan pada Minggu (29/5/2022) tak akan membiarkan Iran begitu saja menghasut serangan melalui kuasanya. Ancaman itu muncul usai pekan lalu terjadi pembunuhan terhadap seorang kolonel Pengawal Revolusi di Teheran.

"Seperti yang telah kami katakan sebelumnya, era kekebalan rezim Iran telah berakhir. Mereka yang membiayai teroris, mereka yang mempersenjatai teroris dan mereka yang mengirim teroris akan membayar harga penuh," kata Bennett.

Baca Juga: Gegara Bendera Israel Terlihat Saat Pidato di JIS, Anies Jadi Bulan-bulanan Eko Kuntadhi dan Netizen

Bennett menuduh Iran berulang kali menargetkan kepentingan Israel.

"Selama beberapa dekade, rezim Iran telah mempraktekkan terorisme terhadap Israel dan wilayah melalui proksi, utusan, tetapi kepala teratas, Iran sendiri, telah menikmati kekebalan," kata Bennett.

Hassan Sayad Khodai yang dituduh oleh Israel merencanakan serangan terhadap warganya di seluruh dunia, ditembak mati saat mengemudikan mobilnya oleh dua orang yang mengendarai sepeda motor.

Taktik tersebut menggemakan pembunuhan sebelumnya di Iran yang berfokus pada ilmuwan nuklir dan secara luas disematkan pada Mossad.

Kantor berita semi-resmi pemerintah Iran ISNA mengatakan, anggota jaringan dinas intelijen Israel telah ditemukan dan ditangkap oleh Pengawal Revolusi segera setelah penembakan di Teheran.

Iran telah berjanji untuk membalas kematian Khodai. Teheran menuding Tel Aviv yang mendalangi serangan tersebut.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan