Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Dinilai Gagal, China Loyo ke Negara-negara Pasifik?

Dinilai Gagal, China Loyo ke Negara-negara Pasifik? Kredit Foto: Reuters/Thomas Peter
Warta Ekonomi, Beijing -

China gagal "mengikat" 10 negara di Pasifik untuk menyepakati kesepakatan luas yang mencakup ranah keamanan hingga perikanan, Senin (30/5/2022). Alasannya, sejumlah pihak masih khawatir akan prospek kawasan.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengadakan pertemuan dengan menteri luar negeri dari 10 negara kepulauan Pasifik di Fiji, Senin (30/5/2022). Pertemuan ini digelar di tengah-tengah tur diplomatik Wang untuk memperdalam hubungan dengan negara-negara Kepulauan Pasifik.

Baca Juga: Sodori Kerja Sama ke Negara Pasifik, China Janji Jadi Teman Baik

Usai pertemuan, Wang dan Perdana Menteri Fiji Frank Bainimarama menggelar konferensi pers selama 30 menit. Keduanya lalu langsung meninggalkan panggung saat para wartawan mencoba meneriakkan pertanyaan mereka.

Keadaan itu membuat rincian hasil pertemuan tidak dipaparkan. Namun, jelas menunjukkan bahwa kumpulan negara-negara Pasifik ini tidak mendukung rencana China.

"Seperti biasa, kami selalu mengutamakan mufakat di antara negara-negara kami dalam setiap diskusi mengenai kesepakatan kawasan," kata Bainimarama, pada Minggu.

Sebelum pertemuan, China mengirim draf komunike dan rencana aksi lima tahun kepada negara-negara yang diundang dalam pertemuan. Mereka antara lain Samoa, Tonga, Kiribati, Papua Nugini, Vanuatu, Kepulauan Solomon, Niue, dan Vanuatu.

Namun, rancangan komunike tersebut ditentang Negara Federasi Mikronesia. Presiden Negara Federasi Mikronesia David Panuelo mengatakan kepada para pemimpin negara Pasifik lainnya bahwa dia tidak akan mendukung rencana China. Panuelo mengingatkan, kehadiran China di Pasifik dapat meningkatkan ketegangan geopolitik dan mengancam stabilitas regional.

"Ini adalah satu-satunya kesepakatan yang mengubah secara besar-besaran di Pasifik dan dalam kehidupan kita. Ini dapat membawa era Perang Dingin baru dan Perang Dunia yang paling buruk," ujar Panuelo.

Draf perjanjian yang diperoleh Associated Press menunjukkan, China ingin melatih petugas polisi Pasifik, termasuk bekerja sama dalam “keamanan tradisional dan non-tradisional”, dan memperluas kerja sama penegakan hukum. China juga ingin mengembangkan rencana kelautan untuk perikanan, mencakup tangkapan tuna yang menguntungkan di Pasifik.

China ingin meningkatkan kerja sama dalam menjalankan jaringan internet di kawasan Pasifik, dan mendirikan Institut Budaya Konfusius. China juga menyebutkan kemungkinan membentuk kawasan perdagangan bebas dengan negara-negara Pasifik.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan