Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Prinsip Kehati-hatian Dibutuhkan dalam Kelola Dana Pensiun

Prinsip Kehati-hatian Dibutuhkan dalam Kelola Dana Pensiun Kredit Foto: Djati Waluyo
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengelolaan dana pensiun menjadi sesuatu yang penting untuk dipikirkan oleh beberapa perusahaan asuransi yang memasarkan produk untuk masa depan nasabahnya.

Wakil Direktur Utama Indonesia Finansial Group (IFG) Hexana Tri Sasongko mengatakan, mengelola investasi dana pensiun harus diperhatikan dengan saksama demi kebutuhan nasabah.

Baca Juga: Digadang Akan Kelola Dana Pensiunan BUMN, Ini Kata Wadirut IFG

"Untuk para pensiunan, dana pensiun dimanfaatkan untuk kesejahterahaan ketika memasuki usia tidak produktif, itu filosofinya. Maka itu, terkait dengan risk appetite tidak boleh agresif. Nah, itu perlu orang yang kompeten," ujar Hexana ketika ditemui, Selasa (31/5/2022).

Hexana mengatakan, pihaknya bersama dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah membentuk tim yang di dalamnya sudah membicarakan prinsip kehati-hatian dalam mengelola dana pensiun.

"Bukti prinsip kehati-hatian itu apa? Dilakukan kajian yang mendalam, ada timnya, ada konsultannya. Tujuanya adalah bagaimana memperbaiki tata kelola dan bagaimana menyehatkan dana pensiun yang defisit. Kalau defisit itu sebenernya uangnya ga cukup atas manfaat yang akan dibayarkan ke depan, kalau di-cross and value-kan dengan aset dan value yang sekarang. Kalau defisit, berarti kan harus nambah," ujarnya.

Jika nantinya defisit, beban tersebut juga akan ditanggung oleh pendiri, yaitu BUMN. Maka dari itu, rencana penggabungan pengelolaan dana pensiun yang dilontarkan oleh Kementerian BUMN tidaklah keluar dari jalur yang ada.

"Jadi kalau yang ngomong orang yang bertanggung jawab (penggabungan) saya kira bukan keluar dari konteks karena ultimate-nya, dia yang berhak untuk mengatur (pengelolaan dana pensiun). Jangan sampai sakitnya terlalu parah dan bebanya terlalu berat. Mumpung belum itu, maka ditata, terutama ditata investasinya untuk memastikan manfaat pensiun yang dihitung itu bisa dipenuhi nantinya," ungkapnya.

"Pak menteri juga belum menyampaikan, karena magnitude-nya berapa? Kuat gak nih, uangnya berapa? Bagaimana ini, perlu disadari pemerintah pun punya budget constrain apalagi yang tidak dalam perhitungan budget itukan perhitungan baru mendadak. Niatnya baik, tidak bermaksud memonopoli," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana menggabungkan kelolaan investasi dana pensiun para pegawai BUMN ke Holding BUMN Asuransi, dan Penjaminan, Indonesia Financial Group (IFG). Sebagaimana diketahui, saat ini tercatat ada 108 kelolaan investasi dana pensiun perusahaan pelat merah yang masih terpisah-pisah.

"Karena sekarang masih pecah-pecah ada Telkom sendiri, Mandiri sendiri, BRI sendiri, jadi pelan-pelan akan kami gabungkan," ujar Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo, kepada wartawan, Senin (30/5/2022).

Pria yang akrab disapa Tiko tersebut mengatakan, hal ini dilakukan guna mengamankan aset para pensiunan BUMN dari tindakan korupsi. Dengan tindakan tersebut, insiden yang pernah terjadi pada PT Jiwasraya (Persero) dan PT Asabri tidak terulang kembali.

"Kan di asuransi ada jangka panjang, liabilitas, kan ini ada asetnya. Kalau asetnya gagal dikembangkan nanti ada gap ditambahkan oleh pendiri, pendiri ini kan Kementerian BUMN. Ini kami sudah diskusikan, sudah ada kajiannya. Nanti pelan-pelan kami akan transfer ke sana (IFG), tujuannya untuk memastikan aset yang dikembangkan ini aman, tidak digunakan untuk investasi yang gak-gak gitu kan," ujarnya.

Tiko mengatakan, pengelolaan dana pensiun BUMN dalam satu payung perusahaan juga dapat menjaga pertumbuhan aset dan liabilitas. Adapun anak usaha IFG yang akan ditunjuk untuk mengelola investasi dari dana pensiun tersebut adalah PT Bahana TCW Investment Management.

"Supaya nanti secara strategi investasi dan risk appetite bisa diseragamkan, dan kepastian dalam pembayaran dana pensiun pegawai BUMN jadi lebih baik ke depannya," ungkapnya.

Penulis: Djati Waluyo
Editor: Puri Mei Setyaningrum

Bagikan Artikel:

Video Pilihan