Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Megawati Jangan Kepedean Dulu, Pemilih Jokowi Nggak Otomatis Ngikut Pilihan PDIP, Ini Penjelasannya!

Megawati Jangan Kepedean Dulu, Pemilih Jokowi Nggak Otomatis Ngikut Pilihan PDIP, Ini Penjelasannya! Kredit Foto: Instagram/Megawati Soekarno Putri
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sudah dua kali mengikuti kontestasi Pilpres dan memenangkannya, sesuai dengan ketentuan yang ada tidak dapat lagi melanjutkan kepemimpinanya untuk 3 periode.

Situasi ini membuat suara pendukung Jokowi di 2014 dan 2019 diperebutkan. Inilah yang dibaca oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

Menurut pendiri SMRC, Saiful Mujani, memahami peta dukungan pemilih Jokowi-Ma’ruf Amin penting bagi siapapun yang akan bertarung di Pemilihan Presiden 2024 mendatang.

“Pada Pilpers 2019, jumlah mereka banyak, 55 koma sekian persen. Sementara kita semua tahu Pak Jokowi tidak bisa maju lagi. Jadi pertanyaannya, suara pemilih tersebut akan ke mana?” Saiful, sebagaimana dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (6/3/22).

Meskipun saat ini Jokowi adalah kader PDIP, Saiful menjelaskan bahwa tidak otomatis para pemilih Jokowi nantinya akan mengikuti pilihan partai yang dipimpin Megawati tersebut.

Baca Juga: Manuver Jusuf Kalla Disebut Bisa "Kawinkan" Kadrun dan Cebong, Rocky Gerung: Politik Selalu Bisa...

Hal ini karena ada pertimbagan bahwa pengusung Jokowi di Pilpres bukan hanya dari PDIP yang artinya pemilihnya pun tidak semuanya berasal dari simpatisan PDIP.

“Tapi, kekuatan PDIP kan sekitar 20 persen lebih dari total pemilih nasional. Untuk meraih 50 persen plus, butuh dukungan partai lain. Dan pemilih Jokowi di 2019 kan bukan hanya dari PDIP. Ada dari Nasdem, Golkar, dan lain-lain.” Lanjut Saiful.

Dari survei yang selama ini dilakukan, suara pemilih Jokowi kini umumnya diperebutkan oleh dua sosok yang selalu menempati urutan teratas survei.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan