Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Gara-gara Jet Tempur China Murka ke Australia: Hati-hati atau Hadapi Konsekuensi Serius

Gara-gara Jet Tempur China Murka ke Australia: Hati-hati atau Hadapi Konsekuensi Serius Kredit Foto: Reuters/Alex Lee
Warta Ekonomi, Beijing -

China pada Senin (6/6/2022) memperingatkan Australia untuk "bertindak dengan hati-hati" atau menghadapi "konsekuensi serius". Ancaman tersebut dilontarkan Beijing setelah Canberra menuduh jet tempur China secara berbahaya mencegat salah satu pesawat mata-matanya di atas Laut China Selatan (LCS).

Australia berargumen bahwa tidak biasa untuk melakukan penerbangan pengawasan di LCS. Sebuah wilayah yang Beijing tegaskan berada di bawah domainnya meskipun keputusan Den Haag 2016 menolak klaimnya.

Baca Juga: Di Laut China Selatan, China Bertingkah Seenaknya, Pesawat Australia Nyaris Celaka

Sikap China telah meningkatkan ketegangan dengan Amerika Serikat dan sekutunya, yang menuntut kebebasan navigasi di wilayah tersebut.

Menteri Pertahanan Australia Richard Marles mengatakan pada Minggu (5/6/2022) bahwa sebuah pesawat tempur J-16 China mencegat sebuah pesawat pengintai P-8 akhir bulan lalu, dalam sebuah manuver "berbahaya" yang membahayakan keselamatan awak Angkatan Pertahanan Australia.

Tetapi Beijing membalas pada hari Senin, dengan mengatakan "tidak akan pernah membiarkan negara mana pun melanggar kedaulatan dan keamanan China ... dengan dalih kebebasan navigasi".

"China sekali lagi mendesak Australia untuk sungguh-sungguh menghormati kepentingan keamanan nasional dan kepentingan inti China, bertindak dan berbicara dengan hati-hati untuk menghindari terjadinya salah perhitungan yang mengakibatkan konsekuensi serius," kata juru bicara kementerian luar negeri Zhao Lijian kepada wartawan, dikutip laman Channel News Asia.

Insiden itu terjadi tiga bulan setelah Australia menuduh militer China menyorotkan laser tingkat militer ke salah satu pesawat pertahanan Canberra di atas perairan utara Australia, yang oleh pemerintah sebelumnya disebut sebagai "tindakan intimidasi".

Zhao mengatakan pada hari Senin bahwa militer China selalu melakukan operasi dengan cara yang "aman, standar dan profesional" sesuai dengan hukum internasional.

Pekan lalu, Kanada juga menuduh pilot China hampir menyebabkan tabrakan di udara selama pertemuan baru-baru ini di wilayah udara internasional ketika Kanada mengambil bagian dalam upaya untuk menegakkan sanksi PBB terhadap Korea Utara.

Kementerian pertahanan China membalas pada hari Senin bahwa pilotnya mengambil "langkah-langkah yang wajar, kuat, aman dan profesional" dalam menanggapi "perilaku provokatif" oleh militer Kanada.

Baca Juga: UMP Jateng Rp1,9 Juta, Ganjar Pranowo Disentil: Buruh dan Rakyat Jateng Aja Tak Sejahtera, Gimana Mau jadi Presiden!

Baca Juga: Pendukungnya Sebut Anies Kerap Diserang Isu Hoaks, Waketum Partai Garuda Sentil: Jika Tidak Mampu Menari, Jangan Salahkan Lantainya

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: