Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Menkes Targetkan Dana Persiapan Pandemi Terkumpul US$ 20 Miliar

Menkes Targetkan Dana Persiapan Pandemi Terkumpul US$ 20 Miliar Kredit Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memimpin pertemuan Health Working Group kedua di Lombok pada 6-8 Juni 2022. Salah salah satu isi pertemuan yakni memformalkan pembentukan dana persiapan pandemi.

''Kita memformalkan pembentukan persiapan dana pandemi. Jadi kalau ada pandemi lagi di ke depannya harus ada cadangan dananya,'' kata Budi, kemarin.

Pendanaan ini kata Budi akan digunakan dana untuk mengakses obat-obatan yang dibutuhkan selama pandemi, termasuk vaksin, dan alat tes diagnostik.

''Dana untuk pandemi selanjutnya itu sudah terbentuk, mudah-mudahan nanti September bisa formal itu nanti ada di bawah World Bank,'' ucapnya.

Terkait penggunaan dan distribusi dana tersebut, ia lebih merekomendasikan WHO. Pasalnya WHO yang lebih mengerti kondisi kesehatan secara global dan negara prioritas mana saja yang memerlukan pendanaan saat terjadi pandemi.

''Kita di sini inginnya kalau bisa WHO yang lebih ke depan karena WHO yang ngerti negara-negara mana yang harus diprioritaskan,'' tuturnya.

Dikatakan Budi, kita juga akan mengusulkan untuk merangkul institusi-institusi dunia yang sebelumnya sudah sukses melakukan pendistribusian seperti vaksin. ''Di pandemi sebelumnya banyak organisasi-organisasi dunia seperti di antaranya Global Fund, UNICEF, COVAX yang menguruskan distribusi vaksin ke seluruh dunia secara informal. Nah itu yang harus diformalkan,'' ucap Budi.

''Sehingga nanti ketika ada pandemi mereka sudah tahu bagaimana cara mendistribusikannya dan siapa yang dikasih duluan, negara-negara mana yang perlu dikasih duluan,'' tambah dia.

Baca Juga: Harga Bawang Merah hingga Tarif Pesawat Bayangi Inflasi Mei 2022

Dana yang terkumpul sekarang sekitar US$1 miliar. Indonesia telah menyumbang US$ 50 juta. Ditargetkan dana terkumpul sebanyak US$15-20 miliar. Pendistribusiannya bisa melalui jalur organisasi dunia seperti GAVI dan UNICEF.

“Di mata Indonesia sebaiknya itu dikoordinasi oleh WHO karena WHO kan organisasi kesehatan dunia,'' pungkasnya.

Penulis: Boyke P. Siregar
Editor: Boyke P. Siregar

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan