Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Bikin Guntur Romli Mingkem, Orang Demokrat: Ahok Mainkan Politik Identitas, Kalah, Dipenjara, Pendukungnya Sakit Jiwa

Bikin Guntur Romli Mingkem, Orang Demokrat: Ahok Mainkan Politik Identitas, Kalah, Dipenjara, Pendukungnya Sakit Jiwa Kredit Foto: Instagram/Mohamad Guntur Romli
Warta Ekonomi, Jakarta -

Politisi Partai Demokrat Taufik Rendusara menuding Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan pendukungnya memainkan politik identitas pada Pilkada DKI Jakarta 2017 silam saat melawan Anies Baswedan.

Taufik bahkan mengatakan para pendukung Ahok juga sakit jiwa lantaran sudah susah payah memainkan politik identitas, namun jagoannya keok dan sukses ditaklukan Anies Baswedan.

Parahnya lagi Ahok justru dijebloskan ke penjara karena kasus penistaan agama Islam, setelah keluar penjara Ahok juga ditolak menjadi menteri di kabinet Jokowi, bahkan sempat diwacanakan menjadi Wakil Presiden, namun itu kandas karena statusnya sebagai mantan Narapidana.

Baca Juga: HTI & FPI Dukung Anies Jadi Presiden, Irma NasDem Curiga: Jangan sampai Oknum Organisasi Palsu Terus Dipolitisasi

Pernyataan ini disampaikan Taufik merespons omongan politisi Parta Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli yang mengatakan kemunculan FPI reborn yang mendukung Anies Presiden memang sengaja dibayar oleh pendukung Anies untuk mendeklarasikan dukungan pada aksi unjuk rasa yang digelar di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat Senin (6/6/2022).

“Ahok mainan politik identitas -> kalah + dipenjara -> gak boleh jadi menteri -> gak boleh jadi wapres -> gak boleh jadi presiden = teman ahok pada sakit jiwa,” kata Taufik Rendusara melalui akun Twitter @TRendusara, seraya melampirkan sebuah foto Anies Baswedan dan Jokowi yang tampak sedang tertawa ngakak ketika menonton Formula E sebagaimana dilihat Populis.id, Rabu (8/6/2022)

Sebelumnya, Guntur menduga memiliki tiga dugaan soal siapa yang membayar FPI Reborn, yakni orang Anies, bohir FPI, dan lawan politik Anies.

Namun, ia menilai bahwa yang paling mungkin membayar FPI reborn adalah orang Anies atau bohir FPI. Pasalnya, ia menilai tidak masuk akal jika lawan politik Anies yang melakukannya.

“Katanya pendemo FPI Reborn ngaku dibayar. Terus siapa yang bayar? Ada 3 kemungkinan,” kata Guntur Romli melalui akun Twitter resminya, @GunRomli pada Selasa, 7 Juni 2022.

 “1. Orang Anies sendiri, ini buat cuci tangan/exit, bikin demo sendiri terus dibantah sendiri untuk bilang Anies sudah tidak terkait FPI. 2. Bohir FPI untuk “cek ombak” apa isu ini masih laku dan didukung Anies. 3. Lawan politik Anies,” sambungnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Populis. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Populis.

Editor: Rosmayanti

Bagikan Artikel:

Video Pilihan