Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Prediksi BMKG: Wilayah Jawa Tengah Masih Berpotensi Hujan Selama Juni

Prediksi BMKG: Wilayah Jawa Tengah Masih Berpotensi Hujan Selama Juni Kredit Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wilayah Jawa Tengah bagian selatan khususnya Kabupaten Cilacap dan Banyumas masih berpotensi terjadi hujan pada bulan Juni.

"Faktor pemicunya, antara lain indeks enso Nino 3.4 tercatat minus 0,53. Nilai tersebut masih berpengaruh signifikan terhadap adanya peningkatan curah hujan di Indonesia," kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo, di Cilacap, Senin (13/6/2022).

Selain itu, kata dia, ada aktivitas gelombang Kelvin yang aktif di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Timur serta beberapa daerah lain di Indonesia yang dapat mempengaruhi peningkatan curah hujan.

Menurut dia, anomali suhu muka laut juga masih positif 1-3 derajat celcius sehingga masih ada potensi penguapan atau penambahan massa uap air di Samudra Hindia selatan Jawa.

Teguh mengatakan, secara umum, curah hujan pada bulan Juni 2022 di Cilacap dan sekitarnya diprakirakan berkisar 51-200 milimeter yang masuk kategori rendah hingga menengah. Disinggung mengenai kemungkinan awal musim kemarau di wilayah Cilacap dan Banyumas mundur, dia mengatakan hal itu belum bisa dipastikan saat sekarang meskipun masih sering turun hujan.

"Untuk awal kemarau mundur atau tidak, bisa dilihat dari evaluasi curah hujannya nanti. Bila dalam satu dasarian (10 harian) curah hujannya masih lebih dari 50 milimeter, maka bisa dikatakan yang diprakirakan memasuki awal musim akan mundur," katanya.

Terkait dengan hal itu, Teguh mengatakan hingga saat ini pihaknya masih memprakirakan awal musim kemarau di Cilacap akan berlangsung pada dasarian ketiga bulan Juni 2022, sedangkan di Banyumas pada bulan Juli 2022.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Boyke P. Siregar

Bagikan Artikel:

Video Pilihan