Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Mengapa Sopir Truk Korea Selatan Bikin Aksi Mogok dan Apa Dampaknya ke Dunia?

Mengapa Sopir Truk Korea Selatan Bikin Aksi Mogok dan Apa Dampaknya ke Dunia? Kredit Foto: Reuters/Yonhap
Warta Ekonomi, Seoul -

Aksi mogok yang dilakukan oleh sopir truk di Korea Selatan dikabarkan akan menjadi hambatan terbaru dalam rantai pasokan global. Aksi yang sudah berlangsung selama sepekan ini bisa mengganggu produksi chip komputer di seluruh Asia.

Pada Selasa (14/6/2022), pemogokan terlihat dapat memengaruhi sektor semikonduktor terkemuka di Korea Selatan. Menurut Asosiasi Perdagangan Internasional Korea (Kita), perusahaan Korea yang memproduksi isopropil alkohol (IPA), bahan baku untuk membersihkan chip wafer sedang menghadapi kesulitan dalam pengiriman ke perusahaan China.

Baca Juga: Sektor-Sektor yang Terdampak Aksi Mogok Sopir Truk di Korea Selatan

Dalam sebuah pernyataan, Kita mengatakan sekitar 90 ton atau pengiriman senilai satu pekan telah tertunda. Pemogokan telah merugikan sektor industri Korea Selatan lebih dari 1,2 miliar dolar AS karena kehilangan produksi dan pengiriman yang tidak terisi.

Di sisi lain, serikat pengemudi truk mengatakan mereka akan melanjutkan aksinya. Mereka mengutuk kementerian transportasi karena tidak mau menanggapi dan menyelesaikan masalah ini.

Para sopir memprotes kenaikan harga bahan bakar dan menuntut jaminan upah minimum. Mereka sudah bernegosiasi dalam empat putaran dengan pemerintah tetapi gagal menemukan solusi.

Dilansir The Guardian pada Selasa (14/6/2022), Jumat lalu polisi menahan sejumlah sopir karena memblokir lalu lintas dan mengganggu pergerakan barang dekat pabrik.

Lima belas orang ditahan karena diduga menghalangi bisnis di luar pabrik minuman berakohol dekat Seoul.

Serikat Solidaritas Pengemudi Truk Kargo mengklaim produksi di kompleks pabrik terbesar Hyundai berkurang setengahnya pekan lalu karena kekurangan komponen yang disebabkan dari pemogokan.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan