Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Sektor-Sektor yang Terdampak Aksi Mogok Sopir Truk di Korea Selatan

Sektor-Sektor yang Terdampak Aksi Mogok Sopir Truk di Korea Selatan Kredit Foto: Reuters/Yonhap
Warta Ekonomi, Seoul -

Ribuan sopir truk di Korea Selatan telah melancarkan pemogokan sejak tujuh hari lalu untuk menuntut tambahan upah di tengah kenaikan harga bahan bakar.

Aksi mereka telah mengganggu proses produksi, memperlambat pengiriman dan menimbulkan risiko baru pada rantai pasokan global. Berikut adalah dampak pemogokan itu terhadap sejumlah sektor.

Baca Juga: Garuda Indonesia Proyeksikan Terbangkan 7000 PMI ke Korea Selatan di 2022

1. Otomotif

Pabrik terbesar Hyundai Motor Co di Ulsan mencatat penurunan produksi hingga sekitar 60 persen pada Jumat karena kekurangan komponen, menurut pengurus serikat di produsen otomotif itu.

Pabrik itu beroperasi ekstra selama akhir pekan untuk mengejar pesanan. Hyundai mengakui adanya gangguan, tetapi menolak memberikan perincian.

Pabrik di Ulsan memproduksi sekitar 6.000 unit kendaraan per hari, kata serikat. Aksi mogok telah membuat Hyundai merugi sekitar 4.000-5.000 unit senilai 235 miliar won (Rp2,67 triliun) hingga Jumat.

Ratusan pengemudi truk berunjuk rasa di depan pabrik Hyundai di Ulsan pada akhir pekan tetapi tidak memblokade kendaraan yang keluar-masuk, kata seorang saksi.

Karyawan Kia Corp mengirim mobil yang baru dirakit untuk memenuhi pesanan, kata sejumlah pelanggan. Juru bicara Kia belum bisa dihubungi untuk dimintai komentar. Hankook Tire & Technology Co Ltd, pemasok raksasa otomotif seperti Volkswagen AG dan Mercedes-Benz Group AG, mencatat penurunan pengiriman harian hingga sekitar 50 persen dari normal, kata juru bicaranya.

2. Baterai

Produsen baterai LG Energy Solution Ltd, SK On, dan Samsung SDI Co Ltd bersama-sama menguasai lebih dari seperempat pasar baterai listrik global.

Salah satu produsen baterai mengirim barang sebelum aksi mogok untuk berjaga-jaga, kata seorang sumber anonim. Produsen itu tidak mengalami gangguan pekan lalu tetapi akan mengevaluasi penanganan kiriman jika aksi mogok berlanjut, katanya.

3. Semikonduktor

Para sopir yang mogok berencana menghentikan pengiriman bahan baku semikonduktor yang diproduksi di Ulsan, kata pengurus serikat Park Jeong-tae.

Samsung Electronics Co Ltd dan SK Hynix Inc, dua produsen keping memori terbesar di dunia, menolak berkomentar. Seorang sumber di salah satu produsen utama semikonduktor memperkirakan tidak akan ada gangguan dalam waktu dekat berdasarkan persediaan bahan baku.

4. Semen dan Baja

Produsen baja POSCO Holdings Inc mengatakan pemogokan telah menunda sepertiga pengiriman dari dua pabriknya atau 35.000 ton per hari.

Sebuah produsen semen telah berhenti mengirim selama empat hari hingga Jumat ketika para sopir truk berkumpul di luar gerbang. Bahan baku semakin habis dan gudang penyimpanan hampir penuh, kata seorang eksekutifnya.

Sopir-sopir truk memblokade akses masuk ke pabrik Hanil Cement Co Ltd dan Sungshin Cement Co Ltd di provinsi Chungcheong, kantor berita Newsis melaporkan. Kedua produsen itu berencana menambah pengiriman lewat kereta api untuk mengurangi dampak, kata Newsis.

Juru bicara Hanil menolak mengomentari blokade itu, tetapi memastikan bahwa perusahaannya menggunakan kereta untuk mengangkut bahan baku .Fasilitas produksi tahap akhir perusahaan itu telah berhenti beroperasi akibat kekurangan ruang penyimpanan, katanya.

Seorang petinggi Asosiasi Semen Korea mengatakan pada Minggu bahwa sekitar 90 persen semen tidak bisa diangkut dari pabrik-pabrik anggotanya akibat pemogokan.

Asosiasi itu memperkirakan pendapatan harian yang hilang mencapai sekitar 15 miliar won (Rp170,73 miliar) sejak aksi mogok dimulai Selasa lalu. Hingga Jumat, total kerugian diperkirakan mencapai 60 miliar won.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan