Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ini Alasan Pemerintah Belum Mau Beri Vaksinasi Booster Kedua Ditengah Melonjaknya Kasus Covid-19

Ini Alasan Pemerintah Belum Mau Beri Vaksinasi Booster Kedua Ditengah Melonjaknya Kasus Covid-19 Kredit Foto: Antara/Fikri Yusuf
Warta Ekonomi, Jakarta -

Meski ada lonjakan kasus Covid-19, pemerintah belum putuskan untuk memberikan vaksinasi dosis keempat atau vaksin booster dosis kedua.

Menurut Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr. Mohammad Syahril, saat ini pemerintah sedang mengejar target vaksin booster pertama atau vaksinasi Covid-19 dosis ketiga.

Apalagi Syahril mencatat bahwa vaksinasi booster, baru ada lima dari 34 provinsi di Indonesia yang mencapai 30 persen.

Di Bali, vaksinasi booster masih kurang dari 60 persen, DKI Jakarta 50 persen, Riau 44 persen, DIY Yogyakarta dan Jawa Barat masih kurang dari 35 persen.

"Hal inilah menjadi tugas kita bersama, sebelum melakukan booster ke-4, lebih baik fokuskan terlebih dahulu untuk meratakan angka vaksin booster pertama khususnya di wilayah Jawa-Bali dan beberapa provinsi di luar Jawa-Bali," jelas Syahril, Kamis (16/6/2022)

Mirisnya provinsi di luar Jawa-Bali seperti Sumatera dan Kalimantan, pencapaian vaksin booster masih di berada di angka 20 persen hingga 28 persen.

Fenomena ini dibantah Syahril disebabkan karena Dinas Kesehatan dan tim vaksinasi Covid-19 di daerah tidak bekerja, tapi semata-mata adanya penurunan minat vaksinasi di masyarakat.

"Hal ini dikarenakan pemikiran masyarakat yang melihat bahwa suasana atau situasi sudah aman, dan hal tersebut sudah tidak menjadi prioritas kembali," tutup Syahril.

Sementara itu per 16 Juni 2022 ditemukan 1.173 kasus infeksi baru dalam sehari.

Lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia terjadi karena sudah masuk dan menyebarnya varian Omicron BA.4 dan BA.5, meski bisa menular dengan cepat, namun gejala lebih ringan karena imunitas masyarakat sudah terbentuk.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Suara.com.

Editor: Ferry Hidayat

Bagikan Artikel:

Video Pilihan