Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Gapensiska: Integrasi Sawit-Sapi Diharapkan Jadi Solusi Pembangunan Sawit Berkelanjutan

Gapensiska: Integrasi Sawit-Sapi Diharapkan Jadi Solusi Pembangunan Sawit Berkelanjutan Kredit Foto: Antara/Wahdi Septiawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sekjen Gabungan Penyelenggara dan Pemerhati Sistem Integrasi Sawit-Sapi (Gapensiska), Wahyu Darsono, mengatakan bahwa sapi bukanlah penyebar Ganoderma atau sumber penyakit.

Hasil riset dampak integrasi sawit-sapi sudah jelas dan hasilnya berdampak positif terhadap tanaman sawit, dengan syarat dikelola dengan manajemen grazing yang baik atau setiap perusahaan menyiapkan 2 persen luasan dari HGU untuk usaha ternak.

Lebih lanjut, Wahyu menyampaikan, sudah banyak fakta ilmiah yang membuktikan bahwa sapi tidak menyebabkan penyebaran Ganoderma, tetapi justru kotoran sapi bisa menekan penyebaran Ganoderma.

"Kotoran sapi bisa memperkaya keragaman mikroorganisme di dalam tanah dan bisa menghambat pertumbuhan Ganoderma," kata Wahyu, dilansir dari laman InfoSAWIT pada Selasa (21/6/2022). 

Wahyu berharap dengan telah terbentuknya Gapensiska sebagai wadah organisasi multistakeholder integrasi sapi-sawit, dapat memperluas implementasi integrasi sapi-sawit yang menjadi solusi peningkatan populasi sapi potong dan pembangunan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan, sekaligus menjadi sumber informasi mengenai integrasi sawit-sapi.

"Gapensiska ini bisa menjadi langkah awal untuk akselerasi, memperluas adopsi, ekspansi integrasi sawit-sapi di Indonesia. Gapensiska menjadi helpdesk bagi siapa saja [terutama pelaku usaha, pelaku utama dan pemerintah daerah] yang ingin mengimplementasikan integrasi sawit-sapi, baik yang sudah eksisting, baru mau mulai dan lainnya," ungkapnya.

Penulis: Ellisa Agri Elfadina
Editor: Ayu Almas

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan