Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kisah Bocah Penjual Gulali di Kota Makassar, Dapat Bantuan dari Kemensos

Kisah Bocah Penjual Gulali di Kota Makassar, Dapat Bantuan dari Kemensos Kredit Foto: Kemensos
Warta Ekonomi, Jakarta -

Muh Ilham Al Qadry Jumakking (9), bocah asal Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan tidak merasakan sebagaimana anak seusianya. Dalam usia yang masih belia, Ilham harus lebih banyak menghabiskan waktu bekerja, membantu menambah pendapatan keluarga.

Ilham tidak bisa bermain bola, sepeda, atau sekedar menghabiskan waktu bercanda bersama teman-teman sebaya. Pasalnya, ia harus menjajakan arumanis (gulali kapas) berkeliling pasar di dekat tempat tinggalnya.

Baca Juga: Alami Kendala Pengobatan, Kemensos Berikan Bantuan kepada Anak PMI yang Idap Gangguan Jantung

Arumanis diracik dan dikemas oleh ibunya, Sumarni, di rumah. Si ibu, terpaksa tinggal di rumah, karena harus menjaga adik Ilham, Nayla, yang menyandang disabilitas fisik dan intelektual. 

Informasi tentang Ilham terdengar oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Sosial (Kemensos), Sentra Wirajaya Makassar. Sejalan dengan arahan Menteri Sosial RI Tri Rismaharini agar melakukan respons cepat setiap permasalahan yang dihadapi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) tersebut, Sentra Wirajaya Makassar melakukan respons cepat.

Baca Juga: Gelar Pekan Literasi di Toba, Kemensos Percepat Penanganan Kemiskinan di Kawasan 3T

"Pada 18 Juni, kami dari Sentra Wirajaya Makassar menurunkan tim untuk melakukan asesmen komprehensif terhadap Ilham dan keluarga. Kami memastikan penanganan dilakukan secara menyeluruh dan memastikan potensi yang dimiliki PPKS dapat dikembangkan untuk meningkatkan keberfungsian sosialnya," kata Kepala Sentra Wirajaya Makassar Syaiful Samad dalam siaran pers, Kamis (23/6/2022).

Dari hasil asesmen, permasalahan yang dialami keluarga Ilham cukup kompleks. Selain berasal dari keluarga tidak mampu, mereka belum tersentuh bantuan dari program pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). 

Baca Juga: Wah! Omzet Pembiayaan Syariah Pegadaian Tembus Rp 477 Miliar

Penulis: Rena Laila Wuri
Editor: Ayu Almas

Advertisement

Bagikan Artikel: