Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Jeda Waktu Antara Pemilu dan Pelantikan Presiden 2024 Hasilkan Presiden 'Bebek Lumpuh'

Jeda Waktu Antara Pemilu dan Pelantikan Presiden 2024 Hasilkan Presiden 'Bebek Lumpuh' Kredit Foto: Garuda Indonesia

Dalam kesempatan sama,  Direktur Eksekutif SMRC Sirojuddin Abbas membenarkan bahwa segera setelah Pilpres, baik putaran satu atau dua, pengaruh atau posisi tawar Presiden yang sedang menjabat kemungkinan besar akan menurun di kalangan sekutu politiknya.

Periode Lame Duck pun akan terjadi selama 8 bulan atau 4 bulan. 

"Pada saat itulah sekutu politik akan pergi ke  pemenang atau Presiden Terpilih. DPR juga mulai tidak responsif terhadap keinginan presiden petahana," ujar Sirojudin. 

Pengaruh lainnya, lanjut Sirojudin, adalah penurunan pengaruh Presiden yang menjabat di organisasi pemerintahan, terutama di kementerian yang dipimpin dari kalangan berlatar-belakang parpol. Kerja birokrasi pun menjadi terhambat.

"Birokrasi kita cenderung mendekat kepada kabinet bayangan atau tim pemenang," ujarnya.

Sementara itu, Pemerhati isu-isu strategis Prof Imron Cotan mengatakan Lame Duck akan berimplikasi pada penggunaan APBM, _state procurement._

Pemerintah yang Lame Duck, menurut Imron tidak akan optimal menggunakan anggaran negara. Dan bila itu terjadi, perekonomian negara akan terganggu.

Baca Juga: LPS Kerek Suku Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah dan Dolar di Perbankan

Halaman:

Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: