Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

DPR Minta Kemenhub Cari Solusi Tingginya Harga Tiket Pesawat

DPR Minta Kemenhub Cari Solusi Tingginya Harga Tiket Pesawat Kredit Foto: DPR
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencari solusi terkait tingginya harga tiket pesawat yang banyak dikeluhkan masyarakat, agar terjadi solusi terbaik bagi kepentingan warga dan maskapai penerbangan.

"Kita ingin mencari titik temu karena harga tiket terkesan tinggi, Plt Dirjen Perhubungan Udara tahu ini. Di sisi lain kita mau industri penerbangan murni menjalankan bisnis," kata Lasarus dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (28/6/2022).

Dia mengatakan, masyarakat banyak mengeluhkan kepada DPR RI terkait harga tiket pesawat yang mahal namun di sisi lain, para maspakai penerbangan menjalankan bisnisnya.

Baca Juga: Kehadiran Pelita Air Dapat Menyeimbangkan Industri Pesawat Terbang di Indonesia

Karena itu, menurut dia, pihak maskapai dan pemerintah harus terbuka, poin-poin apa saja yang perlu dukungan politik dari DPR RI misalnya harga tiket mahal karena tingginya biaya avtur pesawat.

"Ini harus dibahas agar ada titik temu, misalnya pesawat dari Pontianak ke Putussibau kalaupun penuh penumpang namun maspakai belum untung padahal masyarakat bilang harga tiketnya tinggi sehingga perlu ada solusi," ujarnya.

Dia mengingatkan bahwa saat ini ada "pekerjaan rumah" yang harus dilakukan pemerintah yaitu bagaimana membangkitkan industri penerbangan Indonesia, caranya apakah dengan menaikan harga atau kuantitas jumlah penumpang ditingkatkan.

Baca Juga: Strategi Sandiaga Uno Atasi Harga Tiket Pesawat Mahal Lewat Subsidi Silang

Namun Lasarus menyoroti jumlah pesawat beberapa maskapai yang beroperasi misalnya Lion Air sebanyak 255 pesawat dan Garuda Indonesia hanya 33 pesawat.

Dia juga menilai, harga tiket mahal karena ada faktor minimnya kuantitas pesawat Garuda yang terbang karena akan berlaku hukum ekonomi yaitu saat permintaan tinggi lalu jumlah pesawat kurang maka menyebabkan harga akan mahal.

"Mudah-mudahan pesawat Garuda datang, rute penerbangan banyak sehingga pilihan banyak sehingga apabila permintaan banyak lalu pesawat memadai maka harga turun. Namun kapan itu bisa teralisasi? Karena kami terus menerima keluhan masyarakat terkait tingginya harga tiket pesawat," katanya.

Baca Juga: Tumbuh Tipis, Industri Asuransi Kantongi Premi Rp 205,90 Triliun Per Agustus 2022

Editor: Ayu Almas

Advertisement

Bagikan Artikel: