Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kalau Ingin Siapkan Putra Mahkota, Jokowi Mesti Lakukan Ini Kata Refly Harun: Biar Dikenal sebagai Bapak Demokrasi

Kalau Ingin Siapkan Putra Mahkota, Jokowi Mesti Lakukan Ini Kata Refly Harun: Biar Dikenal sebagai Bapak Demokrasi Kredit Foto: Instagram/Refly Harun
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun mengatakan, jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin dikenang sebagai bapak demokrasi, maka harus mempertimbangkan dua hal, yakni PT nol persen dan Pemilu yang jujur dan adil.

"Bahwa seharusnya memang presidential threshold itu nol persen," kata Refly di kanal YouTube pribadinya dikutip pada Senin (4/6/2022).

Baca Juga: Soroti Presidential Threshold, Rocky Gerung Nggak Main-main Kali Ini: Semua Menjadi Koruptor!

Menurut Refly, Presidential threshold (PT) atau ambang batas pencalonan presiden nol persen memang seharusnya diwujudkan demi demokrasi.

"Pertama, hilangkan presidential threshold. Yang kedua netral dalam Pemilu dan siapkan Pemilu yang jujur dan adil," ucapnya.

Dengan begitu, Refly menilai nama Jokowi akan dikenang sebagai peletak dasar demokrasi yang substantif di Indonesia. Namun sebaliknya, jika Jokowi bertindak tidak netral dalam Pemilu 2024 mendatang, maka akan dianggap mencederai demokrasi.

Baca Juga: 4 Slot Batu Loncatan Anies di Pilpres 2024, Refly Harun: Misalnya Oligarki Sepakat Singkirkan Anies...

"Kalau Presiden Jokowi memiliki minat mempersiapkan putra mahkota, bertindak tidak netral dalam Pemilu, melibatkan aparatur negara yang masih dikuasai untuk memenangkan calon tertentu, maka di situlah tindakan-tindakan yang mencederai demokrasi," jelasnya.

"Nah kita ingin Jokowi dikenal sebagai bapak demokrasi, bukan orang yang mencederai demokrasi," sambungnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Fajar.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Fajar.co.id.

Editor: Ayu Almas

Bagikan Artikel:

Video Pilihan