Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

'Hanya Tuhan dan Megawati yang Tahu Soal Nama yang Cocok untuk Mengganti Tjahjo Kumolo'

'Hanya Tuhan dan Megawati yang Tahu Soal Nama yang Cocok untuk Mengganti Tjahjo Kumolo' Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kriteria calon Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi pengganti Tjahjo Kumolo tak hanya harus seorang sosok yang loyal, tetapi juga seseorang yang berkontibusi besar di partai.

Hal tersebut ungkapkan oleh pengamat Politik Pangi Syarwi Chaniago yang menilai hal tersebut ada di tangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Baca Juga: "Perang Dingin" Diantara Duet Pemersatu Bangsa, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo Sulit Disatukan

"Tentu Mega akan memberikan ke kader yang jelas berkontribusi, yang loyal, yang punya kinerja baik selama ini," kata Pangi kepada Republika.co.id, Senin (4/7).

Ia juga meyakini Presiden Jokowi tidak akan melangkahi Megawati dalam menunjuk siapa yang akan mengisi posisi Menpan RB karena nama itu akan muncul dari kantong Mega sendiri.

"Hanya Tuhan dan Mega yang tahu lah soal nama itu siapa yang cocok untuk mengganti Pak Tjahjo," ujarnya.

Sejumlah nama kepala daerah disebut-sebut akan menjadi pengganti Tjahjo seperti Ganjar Pranowo, Olly Dondokambey. Menurutnya menpan RB tidak harus dijabat oleh seorang yang pernah menjadi kepala daerah.

"Kan Pak Tjahjo Kumolo juga bukan kepala daerah," ucapnya.

Menurutya mungkin saja posisi itu akan diberikan untuk Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Hal tersebut melihat Tjahjo merupakan mantan sekjen PDIP. Namun bagi Hasto, dikatakan Pangi, posisi sekjen adalah posisi paling terhormat. 

Baca Juga: Perikalu Petinggi ACT Memalukan, Anwar Abbas Kecewa Berat Dibuatnya: Materialis dan Hedonis Sekali!

"Artinya beliau (Hasto) belum akan pensiun sebagai sekjen," tuturnya.

Baca Juga: Sekda Adi Arnawa Buka Bulan Bahasa Bali Kabupaten Badung

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Warta Ekonomi dengan Republika.

Editor: Aldi Ginastiar

Bagikan Artikel: