Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Singapura Impor Ayam Indonesia Disebut Bisa Bawa Angin Segar, Begini Alasannya

Singapura Impor Ayam Indonesia Disebut Bisa Bawa Angin Segar, Begini Alasannya Kredit Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya
Warta Ekonomi, Singapura -

Alvino Antonio Warjiantono, Ketua Umum Perhimpunan Petani Rakyat Nasional Indonesia (PPRN), mengatakan langkah Singapura untuk menambahkan Indonesia sebagai sumber daging ayam akan meningkatkan kepercayaan negara lain terhadap produk ayam Indonesia.

“Singapura memiliki standar tinggi dalam hal impor makanan mereka. Saya berharap ini akan meningkatkan kepercayaan dunia terhadap ayam yang dipasok dari Indonesia. Kalau ekspor ke Singapura lancar, saya harap kita bisa lebih memperluas (ekspor Indonesia) ke seluruh dunia,” katanya kepada Channel News Asia.

Baca Juga: Ketiban Durian Runtuh! Singapura bakal Dibanjiri Ayam dari Indonesia Gara-gara...

Namun, menurut Warjiantono, Indonesia akan kesulitan bersaing dengan Malaysia jika larangan ekspor dicabut.

“Akan sulit bagi produsen ayam Indonesia untuk mengikuti harga yang ditawarkan oleh rekan-rekan Malaysia mereka” katanya.

Salah satu penyebabnya adalah fluktuasi harga pakan ayam di Indonesia yang sewaktu-waktu bisa 60 persen lebih tinggi daripada di Malaysia.

Warjiantono juga mencatat bahwa hampir semua ekspor Malaysia ke Singapura adalah ayam hidup, yang jauh lebih murah daripada daging ayam beku dan olahan.

“Pemerintah perlu mengatasi masalah seperti harga pakan ayam yang berfluktuasi dan biaya transportasi yang tinggi jika Indonesia ingin menjadi pemain kunci di pasar global ke depan,” katanya.

Sebaliknya, Ketua Gabungan Peternak Unggas Indonesia (GPPU) Achmad Dawami yakin Singapura akan terus membeli dari Indonesia bahkan setelah Malaysia mencabut larangan ekspornya.

“Meskipun Malaysia memiliki keunggulan geografis yang membuat biaya transportasi tetap rendah dan memungkinkannya untuk mengekspor ayam hidup, larangan tersebut telah membuat Singapura menyadari bahwa perlu mendiversifikasi sumber ayamnya,” katanya.

“Selama kami dapat menunjukkan kepada Singapura bahwa kami adalah mitra dagang yang dapat diandalkan, kesepakatan ekspor kami akan tetap ada.”

Baca Juga: J Trust Bank Bidik Pembiayaan KPR Capai Rp 25 Miliar Per Bulan di 2023

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: