Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Hasil Survei: 29,7 Persen Responden Setuju Mengenai Penerapan Hukum, UU, dan Aturan yang Berdasar Keyakinan Umat Islam, yang Tidak Setuju?

Hasil Survei: 29,7 Persen Responden Setuju Mengenai Penerapan Hukum, UU, dan Aturan yang Berdasar Keyakinan Umat Islam, yang Tidak Setuju? Kredit Foto: Unsplash/Tingey Injury Law Firm
Warta Ekonomi, Jakarta -

Lembaga Survei Saiful Mujani Research And Consulting (SMRC) merilishasil survei mereka terkait dengan pemaknaan sila pertama di masyrakat Indonesia.

Dalam rilisnya, pendiri SMRC Saiful Mujani menyingung soal Negara yang menurutnya makin memberi tempat bagi syariatisasi publik.

Saiful menjelaskan temuan survei SMRC pada Mei 2022, yang melacak seberapa setuju atau tidak setuju masyarakat dengan anggapan bahwa berbangsa dan bernegara Republik Indonesia harus berdasar pada hukum, undang-undang, atau aturan yang hanya berlaku bagi orang yang beragama Islam

“Ada 29,7 persen yang setuju atau sangat setuju dengan pendapat ini. Yang tidak setuju atau sangat tidak setuju sebesar 66,3 persen. Yang tidak menjawab sebesar 4 persen,” tulis SMRC dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (14/7/22).

Mengenai hal ini saiful mengungkapkan bahwa cukup banyak warga (66,3 persen) yang berpandangan bahwa hukum tidak harus sesuai dengan norma atau hukum Islam. Namun juga tidak sedikit yang berpandangan sebaliknya.

Baca Juga: Hasil Survei: Mayoritas Warga Menolak Orang Berlatar Belakang Yahudi Menjadi Tetangga, Guru Sekolah Negeri, dan Pejabat Publik

Saiful juga menyatakan bahwa kalau bicara konteks pluralisme agama dan kesetaraan agama di hadapan hukum, maka tidak boleh sebuah ajaran agama tertentu yang berbeda dengan ajaran agama yang lain diterjemahkan ke dalam produk hukum.

Baca Juga: Bank Mandiri Proyeksi Ekonomi Tumbuh Lebih Tinggi di Kuartal III 2022

Editor: Bayu Muhardianto

Advertisement

Bagikan Artikel: