Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Asuransi Migas Tertekan! Premi Turun Meski Industri Catat Laba Rp15 Triliun

Asuransi Migas Tertekan! Premi Turun Meski Industri Catat Laba Rp15 Triliun Kredit Foto: SKK Migas
Warta Ekonomi, Jakarta -

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat adanya penurunan pendapatan premi pada asuransi sektor minyak dan gas (migas) sepanjang 2025.

Wakil Ketua Bidang Teknik Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Diwe Novara, mengatakan lini bisnis industri yang mencakup energi lepas pantai (energy offshore) dan energi darat (energy onshore) itu turun dari Rp1,7 triliun menjadi Rp1,6 triliun.

"Jadi preminya adalah tahun ini celakanya turun preminya. Atau turun sekitar Rp100 miliaran," kata Diwe dalam acara Bincang Santai EITS di Ballroom Brass Thamrin Nine, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Dia mengatakan kontribusi asuransi migas terhadap industri asuransi nasional secara keseluruhan masih tergolong kecil. Namun, bagi perusahaan asuransi yang memiliki fokus besar di sektor tersebut, lini bisnis migas tetap menjadi salah satu pendorong penting bagi pendapatan perusahaan.

"Klaimnya ini di angka 53 persen jadi kalau melihat di sini memang kontribusi asuransi migas itu masih kecil," kata dia.

Sementara itu, kinerja industri asuransi umum nasional pada 2025 menunjukkan perbaikan. Total pendapatan premi tercatat mencapai Rp120 triliun atau naik tipis Rp3 triliun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp117 triliun.

"Alhamdulillahnya tahun ini kita membalikkan keadaan," imbuh dia.

Baca Juga: AAUI Ungkap Lini Asuransi Paling Rentan Imbas Perang AS-Israel vs Iran

Baca Juga: AAUI: Gangguan Selat Hormuz Picu Kenaikan Biaya Asuransi Global

Baca Juga: AAUI Ungkap Dampak Perang AS-Israel vs Iran ke Industri Asuransi RI

Kenaikan premi tersebut turut mendorong pemulihan kinerja industri setelah sebelumnya mencatat kerugian sekitar Rp9 triliun. Namun pada 2025, industri berhasil membalikkan keadaan dengan membukukan laba sekitar Rp15 triliun.

"Nah tahun 2025 ini preminya Rp120 triliun kita kembali laba Rp15 triliun," ucap dia.

Meski demikian, Diwe mengakui masih terdapat tantangan yang membayangi industri asuransi nasional. Pasalnya, dari sekitar 70 perusahaan asuransi umum yang menjadi bagian dari industri, hanya sekitar 10 perusahaan yang memiliki ekuitas di atas Rp1 triliun.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri