- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Target Lifting 610 Ribu Barel Terancam, Pipa TGI Pecah Bikin Produksi Migas Anjlok
Kredit Foto: Kementerian ESDM
Presiden Prabowo Subianto menargetkan lifting minyak dan gas (migas) nasional pada tahun ini mencapai sekitar 610 ribu barel per hari. Namun, sejak awal tahun target tersebut sudah menghadapi sejumlah tantangan akibat gangguan infrastruktur migas.
Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Agung Kuswandono, menyampaikan bahwa gangguan operasional pada infrastruktur menyebabkan produksi migas mengalami tekanan cukup besar. Salah satunya adalah pecahnya pipa milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) di Sumatra.
Ia mengatakan insiden TGI berdampak langsung terhadap produksi minyak dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) yang turun cukup drastis. Penurunan produksi ini menjadi salah satu faktor utama yang membuat realisasi lifting harian saat ini mengalami deviasi dari target.
"Target oleh Pak Presiden untuk mencapai 610 ribu. Tetapi di awal tahun kita diberikan cobaan. Ini cukup besar (dampaknya) yang mengakibatkan kita itu sekarang ada deviasi minus sekitar 60 dari target lifting harian," kata dia dalam Bincang Santai EITS di Ballroom Brass Thamrin Nine, Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Sebelum kejadian TGI, kata Agung, masalah kebocoran pipa juga menimpa ExxonMobil Cepu Limited (ECML). Kerusakan pipa tersebut turut memengaruhi kelancaran distribusi minyak sehingga menambah tekanan terhadap capaian produksi.
"Exxon yng disalurkan pipanya juga pecah. Itu juga cobaan pertama. Kedua adalah yang cukup besar yang PHR itu," imbuh dia.
Sebelumnya, Kementerian ESDM mengungkapkan dampak signifikan dari kebocoran pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) terhadap produksi minyak nasional di Blok Rokan.
Akibat insiden yang terjadi sejak 2 Januari 2026 tersebut, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) diperkirakan kehilangan potensi produksi hingga jutaan barel.
Baca Juga: ESDM Akui Target Lifting Migas 900 Ribu Barel 2029 Butuh Effort Besar
Baca Juga: Lifting Minyak Pertamina Februari 2026 Capai 386 Ribu BOPD
Baca Juga: Ungkit Eks Menteri Hingga Grup Bayangan, Bahlil Jawab Kritik Target Lifting Minyak 2025
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa durasi gangguan yang telah berlangsung sekitar 20 hari menyebabkan akumulasi kehilangan produksi yang cukup besar.
"Dalam waktu sekitar 20 hari itu mungkin sekitar 2 juta sudah tinggal di (dalam tanah). Jadi kita ada PR nambah produksi seharinya itu antara 5 ribu sampai 6 ribu barel per hari untuk bisa mengembalikan kehilangan," ujar Laode saat ditemui di Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri