Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Masalah CCTV Terkait Insiden Berdarah di Rumah Ferdy Sambo Curi Perhatian, Pengacara Habib Rizieq Singgung KM 50: Daripada Buang Anggaran…

Masalah CCTV Terkait Insiden Berdarah di Rumah Ferdy Sambo Curi Perhatian, Pengacara Habib Rizieq Singgung KM 50: Daripada Buang Anggaran… Kredit Foto: Dok. PojokBogor
Warta Ekonomi, Jakarta -

Polri benar-benar mendapat sorotan tajam mengenai insiden yang tidak biasa, yakni dua anggota mereka saling baku tembak di rumah salah satu petinggi di instansi tersebut.

Satu orang anggota tewas di rumah Irjen Pol Ferdy Sambo yang sampai saat ini masih disebut terselimuti dengan tanda tanya besar.

Di antara banyaknya kejanggalan-kejanggalan pada kasus ini ada satu yang cukup menyita perhatian yakni mengenai CCTV. Menurut keterangan dari pihak kepolisian, CCTV rumah Ferdy Sambo rusak sehingga sangat sulit menyingkap tabir kasus ini dari hal tersebut.

Decoder CCTV pos satpam di komplek perumahan juga diketahui telah diganti oleh pihak tertentu. Berdasarkan pengakuan Ketua RT setempat, pihaknya tidak diberitahu apa-apa terkait pergantian decoder CCTV tersebut.

Mengenai misteri CCTV kasus insiden berdarah di rumah Ferdy Sambo ini, salah seorang pengacara Habib Rizeq Shihab, Aziz Yanuar ikut memberikan tanggapan.

Dalam diskusi online yang diselenggarakan oleh Pusat Kajian dan Analisis Data (PKAD) yang juga disiarkan Youtube Refly Harun Channel, Aziz panjang lebar membahas beberapa indikasi kemiripan kasus ini dengan kasus KM 50 atau tewasnya 6 pengawal Habib Rizieq oleh anggota kepolisian.

Baca Juga: Soal Insiden Berdarah Anggota Polri, Rocky Gerung Dorong Keluarga Brigadir J Terus Bersuara, Hak Privasi Istri Ferdy Sambo Juga Disinggung

“Saya juga sedikit-banyak sama dengan masyarakat secara umum berkomentar yang memang ada kemiripan (KM 50),” jelas Aziz Yanuar dalam diskusi tersebut, dikutip Minggu (17/7/22).

Aziz menyinggung beberapa kejanggalan sebagaimana masyarakat secara umum tangkap terhadap kasus ini yang kemudian dikaitkan dengan KM 50 pengawal Habib Rizieq.

Terkait CCTV, Aziz mengungkapkan jika CCTV selalu mati, rusak, atau tidak bisa digunakan saat ada kejadian penting, maka lebih baik ditiadakan karena membuang anggaran saja.

Baca Juga: Perbankan Diminta Alokasikan Capex Lebih Besar Untuk Tingkatkan Keamanan Digital

Penulis: Bayu Muhardianto
Editor: Bayu Muhardianto

Advertisement

Bagikan Artikel: