Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Sempat Alami Tekanan Usaha, FORU Catatkan Peningkatan Net Income di 2022

Sempat Alami Tekanan Usaha, FORU Catatkan Peningkatan Net Income di 2022 Kredit Foto: FORU
Warta Ekonomi, Jakarta -

Emiten PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) masuk ke zona positif kinerja keuangan setelah melalui tekanan usaha selama beberapa tahun terakhir. Melansir dari keterangan resminya, Senin (18/7/2022), dalam Laporan Keuangan tahun buku 2021 yang disampaikan, tercatat peningkatan yang signifikan pada laba neto tahun berjalan (net income).

Persero mencatatkan net income Rp1,509 miliar pada tahun buku 2022. Angka ini melonjak tajam dari rugi neto Rp24,450 miliar di tahun sebelumnya. Keuntungan dibukukan perseroan dari total pendapatan usaha Rp47,065 miliar. Angka tersebut meningkat 11,08 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Chief Executive Officer FORU Ratna Puspitasari menyatakan bahwa capaian positif perseroan didapatkan dari langkah efisiensi dan peningkatan kinerja usaha yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Sandiaga Uno Berharap Fortune Indonesia Summit 2022 Bisa Jadi Pendorong Pariwisata Indonesia

"2021 adalah tahun turning-back bagi kita semua. Walaupun kondisi perekonomian mulai menunjukkan pemulihan dan masyarakat sudah mulai dapat beradaptasi dengan baik di tengah masa pandemi. Proses talent upgrade dan penjualan produk yang menjadi progressive solution bagi klien memperlihatkan hasil yang cukup memuaskan,” jelas Ratna.

Kerap dipanggil Sasa, ia menjelaskan bahwa FORU menaruh fokus besar atas pengembangan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) di beberapa tahun terakhir. Menurutnya, dalam industri kreatif, kompetensi dan kreativitias selalu menjadi ujung tombak kinerja perseroan. Karena itu, seiring dengan kemajuan di bidang digital, FORU merasa perlu memastikan bahwa model usahanya bisa mengimbangi dinamika bisnis klien.

“Ekosistem dunia usaha yang makin dinamis membuat agency mau tidak mau harus selalu menjadi pionir. FORU menjadikan barometer pendekatan produk yang baru dan cepat dalam menjawab kebutuhan komunikasi klien sebagai DNA perseroan. Seluruh SDM perseroan akan terus berkembang dan mengikuti perkembangan konsumen di zaman now ini,” jelas Sasa. 

Perbaikan kinerja keuangan FORU juga diperlihatkan dari makin ringannya liabilitas total perusahaan. Liabilitas FORU pada 2021 tercatat Rp6,132 miliar, turun tajam dari Rp9,6 miliar di 2020 dan Rp26,545 miliar di 2019 lalu. 

Sementara itu, Komisaris Utama FORU Abed Nego juga menjelaskan lebih jauh tentang kondisi rebound dari kinerja keuangan perusahaan pada tahun buku 2021. Menurut Abed keberhasilan tersebut merupakan buah keberhasilan upaya perseroan dalam merumuskan langkah terbaik untuk meningkatkan kinerja Perseroan di tengah masa perlambatan bisnis akibat pandemi.  

“Sebagai perusahaan yang bergerak di industri kreatif, dibutuhkan strategi kreatif dan taktis untuk menghadapi berbagai tantangan usaha. Pandemi Covid-19 yang masih terjadi sepanjang tahun terus menciptakan kondisi yang penuh ketidakpastian. Namun kami bersyukur kondisi perekonomian relatif mulai pulih. Hal ini terlihat dari mobilitas masyarakat yang mulai aktif, serta konsumsi dan daya beli yang terus membaik,” kata Abed. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Nuzulia Nur Rahma
Editor: Rosmayanti

Bagikan Artikel: