Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Singgung Soal Masa Depan Bangsa, Rasa Syukur Anwar Abbas Tak Terbendung Saat Habib Rizieq Bebas

Singgung Soal Masa Depan Bangsa, Rasa Syukur Anwar Abbas Tak Terbendung Saat Habib Rizieq Bebas Kredit Foto: Antara/Fauzan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Eks Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab telah dinyatakan bebas bersyarat. Sejumlah pihak mengungkapkan rasa syukurnya atas kebebasan dari cucu nabi tersebut.

Salah satunya adalah Anwar Abbas yang mengatakan kebebasan dari ulama tersebut adalah sesuatu yang harus disyukuri dan disambut gembira.

Baca Juga: "Negeri Darurat Kebohongan", Habib Rizieq Baru Bebas Langsung Gas, Umat Muslim Diajak Revolusi...

"Alhamdulillah. HRS dinyatakan bebas bersyarat," ucap Anwar kepada GenPI.co, Rabu (20/7).

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut merasa senang tokoh agama yang punya pengikut banyak iniĀ  bisa kembali menghirup udara bebas dan bertukar pikiran dengan banyak pihak, terutama terkait persoalan yang dihadapi umat.

Ketua PP Muhammadiyah itu meminta semua pihak menjaga persatuan dan kesatuan serta lebih mengedepankan dialog.

Dirinya tak ingin segala persoalan dihadapi dengan pendekatan hukum dan kekuasaan.

"Negara ini adalah negeri kita bersama. Kita sama-sama bertanggung jawab terhadap nasib dan masa depan bangsa," tuturnya.

Menurut Anwar, Acuan hidup berbangsa warga Indonesia ialah Pancasila dan UUD 1945.

Oleh karena itu, kata dia, supaya tidak ada cekcok lagi antarwarga, semua UU dan kebijakan jangan ada yang bertentangan dengan konstitusi.

Baca Juga: Dengar ACT Tersandung Masalah yang Nggak Main-main, Anwar Abbas Ngaku Kaget: Kalau Ini Benar Maka...

"Kalau ada, harus berada di amendemen," tambahnya.

Baca Juga: Xendit PHK 5% Karyawan di Indonesia dan Filipina, Ada apa?

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: