Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Lawan Bisa Gemeteran! SBY, Jusuf Kalla, dan Surya Paloh Disebut Pengamat Bakal Jadi King Maker Koalisi Tiga Partai Ini, Simak!

Lawan Bisa Gemeteran! SBY, Jusuf Kalla, dan Surya Paloh Disebut Pengamat Bakal Jadi King Maker Koalisi Tiga Partai Ini, Simak! Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menjelang tahun 2024, manuver partai politik dan aktor politik mulai terlihat. Tentu diharapkan elektabilitas naik terwujud.

Sosok senior di Politik juga mulai dikaitkan dengan peran sebagai King Maker, di antara nama yang muncul adalah Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla, dan Surya Paloh.

Mengenai hal ini, Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul menilai Jusuf Kalla, Surya Paloh dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bakal menjadi king maker bagi 3 parpol pada Pilpres 2024.

Ketiga parpol tersebut adalah Partai NasDem, Partai Demokrat, dan PKS yang menurutnya berpeluang besar untuk membentuk koalisi.

Adib memprediksi ketiga parpol tersebut akan menjadi poros ketiga setelah Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan koalisi yang dibangun PIDP.

Baca Juga: Pengamat Blak-blakan: Jika Hubungan SBY-Megawati Membaik, Duet Puan Maharani dan AHY Bakal Jadi Kejutan!

“Peluang mereka besar karena didukung king maker seperti Jusuf Kalla, Surya Paloh, dan SBY,” ujar Adib dilansir dari GenPI.co, Kamis (21/7).

Selain itu, Adib juga menilai poros tersebut bisa bersatu lantaran Partai Demokrat dan PKS punya persamaan dari segi kekuatan.

“PKS dan Demokrat sudah berteman sejak rezim nya Pak SBY. Bahkan, saat ini mereka berdua jadi oposisi di era Presiden Jokowi,” ucapnya.

Akan tetapi, menurutnya, Partai NasDem yang diduga menjadi poros penting justru akan membubarkan koalisi tersebut.

Baca Juga: Rocky Gerung Blak-blakan Terkait Cawapres Pilihan Anies Baswedan: Nggak Mungkin dari Nasdem

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Bayu Muhardianto

Advertisement

Bagikan Artikel: