Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ekspor Gas Rusia ke Uni Eropa Berkurang, Ekonom: Peluang Besar untuk Indonesia

Ekspor Gas Rusia ke Uni Eropa Berkurang, Ekonom: Peluang Besar untuk Indonesia Kredit Foto: IST
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kebijakan perusahaan energi Rusia Gazprom yang dikabarkan akan menghentikan pengoperasian siemens lainya membuat pasokan gas melalui pipa Nord Stream 1 tidak akan melebihi 33 juta meter kubik per hari mulai 27 Juli, atau hanya sekitar 20 persen dari kapasitas pipa.

Pakar Ekonomi dan Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menyebut kebijakan tersebut akan menguntungkan Indonesia sebagai salah satu produsen batu bara terbesar di dunia.

"Iya (menguntungkan Indonesia), memperbesar ekspor batu bara Indonesia, yang merupakan windfall," ujar Fahmy saat dikonfirmasi Warta Ekonomi, Selasa (26/7/2022).

Baca Juga: Rusia Teruskan Pasokan Gas Lewat Pipa Utama ke Eropa, Ternyata Ini Tujuannya

Fahmy mengatakan dengan kondisi di Eropa yang sedang memasuki musim dingin, maka salah satu cara bertahan adalah dengan mengalihkan energi pembangkit listrik dengan menggunakan batu bata.

"Pengalihan energi batu bara membuka peluang bagi Indonesia untuk ekspor batu bara ke Uni Eropa, yang sebelumnya tidak pernah dilakukan," ungkapnya.

Fahmy menjelaskan Uni Eropa, utamanya Jerman, sangat bergantung pada pasokan energi Rusia. Dikuranginya 20 persen sudah pasti mengganggu perekonomian mereka.

Baca Juga: Super Artha Gadai Resmi Kantongi Izin OJK

Penulis: Djati Waluyo
Editor: Rosmayanti

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: