Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Marwan Batubara: Kenaikan HET LPG Subsidi di Daerah Dinilai Tidak Relevan

Marwan Batubara: Kenaikan HET LPG Subsidi di Daerah Dinilai Tidak Relevan Kredit Foto: Khairunnisak Lubis
Warta Ekonomi, Jakarta -

Direktur Eksekutif Indonesia Resources Studies (Iress) Marwan Batubara, ikut menyoroti kenaikan Harga eceran tertinggi (HET) LPG 3 kg di sejumlah daerah dari Rp16.000 menjadi sekitar Rp19.000 per tabung. Menurut dia, hal tersebut tidak relevan lantaran subsidi gas melon ini sudah dianggarkan pusat.

"Pasalnya dana subsidi untuk membuat harga LPG 3 kg tidak naik, sudah dijamin dan disediakan oleh pemerintah pusat," kata dia dalam keterangan resmi, Senin (1/8/2022).

Baca Juga: Jamin Ketersediaan LPG di Kota Surakarta, Pertamina Tambah 14.600 Tabung LPG 3 Kg

Lanjutnya, ia mengatakan jika Pemerintah Pusat tetap mempertahankan harga LPG 3 kg sesuai HET yang berlaku semula yakni Rp12.750 per tabung. Tujuannya melindungi kehidupan ekonomi rakyat yang semakin terpuruk akibat kenaikan harga berbagai barang dan jasa, serta dampak pandemi Covid-19.

Terlebih, Pemerintah juga telah menganggarkan dana Rp502,4 triliun untuk subsidi energi di APBN. Dari total dana itu, lebih Rp66 triliun dialokasikan untuk subsidi LPG 3 kg.

"Subsidi APBN untuk LPG 3 kg berlaku untuk seluruh rakyat, tanpa membedakan wilayah atau daerah tempat tinggalnya," katanya lagi.

Baca Juga: Begini Strategi PLN Tekan Impor LPG

Selain itu, ia menilai dengan aksi Pemda-Pemda yang menaikkan harga LPG, maka yang paling diuntungkan adalah para pengusaha di sekitar distribusi atau penjualan LPG 3 kg.

"Guna menolong rakyat yang terdampak, Presiden Jokowi perlu menerbitkan instruksi agar harga LPG yang telah naik, dikembalikan ke harga semula," katanya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Editor: Ayu Almas