Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Barang Sitaan dari Jamaah Haji tak akan Dikembalikan

Barang Sitaan dari Jamaah Haji tak akan Dikembalikan Kredit Foto: Antara/Asprilla Dwi Adha
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Arsad Hidayat menegaskan, barang yang disita oleh petugas tidak akan dipulangkan atau dikembalikan kepada jamaah.

Menurut Arsad, jamaah hanya diperbolehkan membawa barang dengan jenis dan berat yang sudah ditentukan.  “Kita tidak  memberikan atau memfasilitasi untuk kirimkan barang bahwa jamaah hanya diperkenankan item a,b, dan c ketika terkena sweeping di bandara, kami dari pihak PPIH Arab Saudi juga tidak bisa mengirimkannya ke Tanah Air,”jelas Arsad di Kantor Daker Madinah, Madinah, Arab Saudi, Selasa (2/8/2022). 

Berdasarkan regulasi penerbangan yang berlaku, setiap jamaah hanya mendapatkan jatah  satu koper bagasi seberat 32 kilogram, satu tas bawaan kabin seberat 7 kilogram dan satu tas paspor.

Selain itu, ada beberapa jenis barang yang dilarang untuk dibawa jamaah saat penerbangan diantaranya yakni air zamzam.“Itu sudah jadi keputusan lama tidak kirimkan barcer. Tolong pastikan barang sudah dibeli bisa diangkut ke pesawat dengan ketentuan yang ada,”jelas dia. 

Arsad mengimbau agar oleh-oleh yang dibeli jamaah dibawa sesuai dengan ketentuan yang ada. Apabila berat koper bagasi sudah melewati ambang batas, dia menyarankan agar jamaah mengirimkannya lewat jasa ekspedisi yang tersedia di Arab Saudi. 

Menurut Arsad,  sebagian jamaah membawa tas untuk masker dan alat kesehatan untuk kebutuhan selama di Arab Saudi.  Sayangnya, ujar Arsad, mereka membawa kembali tas tersebut dengan disii berbagai barang lainnya dengan berat yang sudah melewati batas.

“Itu pasti kena razia, kenapa sweeping petugas maskapai. Kita tidak inginkan di bandara ada insiden permasalahan gara-gara hal itu,”jelas dia.  

Dia mengungkapkan, sosialisasi sudah dilakukan kepada seluruh petugas, baik di daker, sektor maupun ketua kloter agar tidak ada barang selain koper bagasi, tas bawaan kabin dan tas paspor. Sosialisasi tersebut penting dilakukan demi keselamatan penerbangan.

Apalagi, ujar Arsad, cuaca di Madinah masih amat panas sehingga dilakukan penambahan jam penerbangan malam hari. 

Baca Juga: Rocky Gerung Blak-blakan Terkait Cawapres Pilihan Anies Baswedan: Nggak Mungkin dari Nasdem

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Boyke P. Siregar

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: