Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ada yang Gak Terima Bilang Nasdem Melorot Gara-Gara Anies

Ada yang Gak Terima Bilang Nasdem Melorot Gara-Gara Anies Kredit Foto: Antara/Fauzi Lamboka
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul M. Jamiluddin Ritonga menilai hasil survei lembaga Center for Political Communication Studies (CPCS) yang menyatakan elektabilitas Partai Nasdem menurun akibat mendukung Anies Baswedan terkesan tergesa-gesa.

CPCS menyebutkan, turunnya elektabilitas Partai Nasdem dari 4.0 persen menjadi 2,1 persen karena ditinggal pemilih nasional. Suara tersebut dikatakan beralih ke partai nasionalis.

"Kesimpulan tersebut tidak nyambung karena elektabilitas PDIP naik dari 18,1 persen menjadi 19,5 persen. Sementara elektabilitas Gerindra dari 8,8 persen naik menjadi 13,2 persen," kata Jamil kepada Warta Ekonomi.

Jadi, kenaikan elektabilitas PDIP dan Gerindra sebesar 5,8 persen, sementara elektabilitas Partai Nasdem hanya turun 1,9 persen. Ini artinya, turunnya elektabilitas Partai Nasdem tidak sebanding dengan kenaikan elektabilitas PDIP dan Gerindra yang notabene partai nasionalis.

"Karena itu, kesimpulan CPCS itu sulit diterima akal sehat. Untuk itu, CPCS perlu menjelaskan kembali dasar kesimpulannya yang menyatakan turunnya elektabilitas Partai Nasdem karena mendukung Anies," tanyanya.

Dia menilai kalau tidak bisa menjelaskannya, CPCS dapat dinilai sudah melakukan kebohongan publik. Hal itu selain merusak kredibilitas CPCS, juga akan menjatuhkan image lembaga survei lainnya.

"Tentu hal itu membahayakan lembaga survei secara keseluruhan," tegasnya.

Baca Juga: Memiliki Potensi Besar, UUS Maybank Indonesia Dukung Pengembangan Industri Halal

Editor: Ferry Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: