Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Harga Batu Bara 2023 Diproyeksi Masih Tinggi, Pemerintah Siapkan Langkah Jitu

Harga Batu Bara 2023 Diproyeksi Masih Tinggi, Pemerintah Siapkan Langkah Jitu Kredit Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menilai harga batu bara dunia masih akan dalam posisi tinggi pada 2023.

Hal tersebut terjadi karena konflik geopolitik antara Rusia dengan Ukraina yang belum mereda menyebabkan harga batu bara masih tetap tinggi pada tahun depan.

"Tahun 2023, diperkirakan proyeksi harga batu bara akan tetap tinggi karena konflik masih belum ada kepastian," ujar Arifin dalam Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI, Selasa (9/8/2022).

Baca Juga: Pembentukan BLU Batu Bara, Arifin Tasrif: Masih Ada Perdebatan Payung Hukum

Arifin mengatakan, berdasarkan indeks yang dikeluarkan Platt's ataupun NEX pada Juli 2022, rata-rata harga batu bara global antara US$194 per ton sampai US$403 per ton. Sedangkan, harga batu bara acuan (HBA) Indonesia adalah sebesar US$319 per ton.

Harga batu bara yang tinggi juga disebabkan oleh peningkatan permintaan dari India dan China untuk pemenuhan batu bara mereka, serta dampak dari keputusan Uni Eropa yang secara bertahap mengurangi penggunaan batu bara akibat tingginya harga gas dari pasokan Rusia dampak konflik geopolitik tersebut.

Maka dari itu, untuk menjaga dan memastikan pasokan batu bara dalam negeri demi ketahanan energi nasional, ia menyebut pemerintah telah siap dengan beberapa peraturan yang sebelumnya telah ditetapkan.

Arifin menuturkan bahwa Pemerintah Indonesia telah mengatur kewajiban domestic market obligation (DMO) bagi pemegang PKP2B, IUP, dan IUPK batu bara untuk menjaga pasokan batu bara dalam negeri.

Aturan itu tertuang dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 yang mengamanatkan kebijakan nasional pengutamaan mineral dan batu bara untuk kepentingan dalam negeri.

Baca Juga: Pendapatan Asuransi Jiwa CapaiĀ Rp 164,55 Triliun, Turun 4% di Kuartal III 2022

Penulis: Djati Waluyo
Editor: Rosmayanti

Advertisement

Bagikan Artikel: