Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pengamat Blak-blakan, Prabowo Subianto Mohon Simak Baik-baik: Sandiaga Uno Barangkali Lebih Baik Ketimbang Cak Imin

Pengamat Blak-blakan, Prabowo Subianto Mohon Simak Baik-baik: Sandiaga Uno Barangkali Lebih Baik Ketimbang Cak Imin Kredit Foto: Antara/ANTARA/M Risyal Hidayat
Warta Ekonomi, Jakarta -

Manuver politik yang bisa dilihat saat ini adalah kedekatan dari Gerindra dan PKB ataupun Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar yang dikabrkan akan maju sebagai paslon di Pilpres 2024.

Mengenai hal ini, Pengamat politik Jerry Massie menilai pasangan Prabowo Subianto-Cak Imin cukup menarik dilihat sebagai kandidat duet Pilpres 2024.

Sebelumnya, Partai Gerindra dan PKB bersama-sama mendaftarkan diri sebagai partai peserta Pemilu 2024.

Meski demikian, momen tersebut dianggap tidak menjamin terbentuknya koalisi antara Partai Gerindra dan PKB.

"Terkait kedua partai itu, saya melihat belum ada sinyalemen mematenkan koalisi," ujar Jerry dilansir dari GenPI.co, Rabu (10/8/2022).

Baca Juga: Kader PSI Nyatakan Dukung Anies Baswedan, “Contoh Pendukung Ahok yang Pikirannya Jernih dan Nggak Butek”

Menurut Jerry, PKB seharusnya mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga Uno agar bisa ikut kecipratan kemenangan.

"Sandiaga Uno barangkali lebih baik ketimbang Cak Imin," tegasnya.

Oleh sebab itu, Partai Gerindra harus berpikir dua kali untuk mengajak Cak Imin berpasangan dengan Prabowo.

"Dalam politik segala sesuatu bisa terjadi. Prabowo Subianto bisa saja tumbang jika salah memilih pasangan cawapres," ungkap dia.

Dirinya juga menilai ada banyak alasan mengapa Prabowo tidak perlu mengajak Cak Imin, yakni upaya Cak Imin menunda pemilu.

"Seharusnya Cak Imin mencari sosok lain ketimbang ngotot maju," tutur Jerry.

Baca Juga: Pertumbuhan Unit Usaha Syariah Lampaui Kinerja Perbankan Syariah

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Bayu Muhardianto

Advertisement

Bagikan Artikel: