Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Politik Gagasan Koalisi Indonesia Bersatu Dinilai Positif, Hasan Nasbi: Bisa Geser Politik Lenggak Lenggok

Politik Gagasan Koalisi Indonesia Bersatu Dinilai Positif, Hasan Nasbi: Bisa Geser Politik Lenggak Lenggok Kredit Foto: Antara/Aprillio Akbar
Warta Ekonomi, Jakarta -

Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang digagas tiga partai besar yaitu Golkar, PPP, dan PAN mendapatkan pujian karena telah menyampaikan visi misi serta program kerja menjelang Pilpres 2024. Hal ini disampaikan oleh Founder Cyrus Network Hasan Nasbi.

Menurut dia, langkah ini merupakan terobosan positif sebab selama ini koalisi kerap dibentuk di detik-detik akhir tanpa ada pembahasan soal gagasan atau prinsip bersama.

Baca Juga: KIB Bakal Tancap Gas Usai Konsolidasi, Apa Maksudnya?

"Ikatan mereka selama ini hanya selembar kertas MOU beberapa jam atau beberapa hari menjelang pendaftaran. Atau ikatan karena mendukung calon populer tertentu saja," ungkap Hasan.

Kali ini, lanjut dia, terlihat ada partai politik mau berbenah dan bergerak maju seperti yang sudah lama dilakukan para politikus di negara modern.

"Kesepakatan mereka bukan sekadar figur atau selembar kertas kerja sama, melainkan kesamaan pandangan dan program kerja yang dituangkan tertulis sehingga bisa juga dievaluasi juga oleh masyarakat luas," katanya.

Menurut Hasan apa yang dilakukan KIB ini memang tidak populer. Paling tidak belum populer di Indonesia yang tokoh-tokoh politiknya gemar mengejar popularitas dengan cara remeh-temeh yang tak ada hubungannya dengan kepemimpinan.

Baca Juga: Koalisi Indonesia Bersatu Bakal Perangi Politik Identitas di Pilpres 2024, Airlangga: Terlalu Besar Risikonya

Namun Hasan menilai, masyarakat harus mendukung terobosan ini. Sebab ini yang akan menjadi ikatan antara masyarakat, parpol dan capres mereka. Ini yang akan dikoreksi dan dipertengkarkan di publik 1,5 tahun mendatang, bukan lagi pertengkaran identitas dan hal-hal lain yang tidak berhubungan dengan kemajuan bangsa. 

"Politik gagasan ini diharapkan menggeser politik lenggak lenggok atau politik catwalk. Sebab kita harus mencari pemimpin yang sesuai dengan kebutuhan kita, bukan sekadar pemimpin yang memenuhi dahaga publik untuk mendapatkan hiburan," tutup Hasan.

Baca Juga: Xendit PHK 5% Karyawan di Indonesia dan Filipina, Ada apa?

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan JPNN.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JPNN.com.

Editor: Ayu Almas

Advertisement

Bagikan Artikel: