Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Perilaku Cyberbullying di Internet Makin Marak, Ini Cara Mengatasinya

Perilaku Cyberbullying di Internet Makin Marak, Ini Cara Mengatasinya Kredit Foto: Unsplash/Kaitlyn Baker
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sebanyak 45% dari 2.777 anak muda usia 14 hingga 24 tahun pernah mengalami cyberbullying, menurut survei UNICEF U Report 2021. Respons korban, sebanyak 30% membiarkan, sementara sekitar 10% membalas, selebihnya menghapus dan kurang dari 5% yang melaporkan.

Perilaku cyberbullying merupakan tindakan mengintimidasi dan termasuk perilaku tidak beretika di ranah digital. Di mana, saat ini masyarakat masih perlu mendapatkan edukasi terkait etika berinternet agar tidak sembarangan berkomentar maupun mengunggah konten negatif. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital.

Baca Juga: Hindari Cyberbullying, Jangan Pendam Sendiri Rasa Sakit

Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital, yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Sebanyak 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

"Penyebab cyberbullying biasanya pembalasan atas penindasan yang diterima sebelumnya; memberi kesan yang keren dan tangguh; serta ingin terlihat sebagai yang dominan," ujar Dosen Fikom Universitas Dr. Soetomo, Nur'annafi Farni Syam saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, pada Selasa (16/8/2022), dikutip dari siaran pers yang diterima di Jakarta.

Beberapa jenis cyberbullying antara lain menyebar kebohongan tentang seseorang; menuliskan kata-kata menyakitkan di kolom komentar; mengirim pesan ancaman; hingga mengirim pesan jahat. Termasuk perilaku doxing, yaitu membagikan data personal seseorang di dunia maya dan cyberstalking dengan memata-matai seseorang di dunia maya.

Lebih lanjut, untuk mengatasi cyberbullying ada berbagai cara, korban bisa membicarakannya dengan orang tua, guru, atau orang yang dipercaya. Lalukan pengaturan saring komentar, privat akun, blokir siapa yang mengganggu, dan kenali akun palsu. Lindungi identitas sebagai pengguna media digital, hubungi konseler secara online, dan jangan segan untuk melaporkan pelaku.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli di bidangnya antara lain Enterpreneur dan Founder of Coffee Meets, Stock Billy Tanhadi; Dosen Fikom Universitas Dr. Soetomo, Nur'annafi Farni Syam; dan Penulis Buku Literasi Media, Dedy Helsyanto. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Makin Cakap Digital hubungi info.literasidigital.id dan cari tahu lewat akun @Siberkreasi dan @literasidigitalkominfo.

Baca Juga: Pada Akhirnya PA 212 dan Ulama Akan Tetap Berfatwa untuk Pilih Pemimpin yang Terbaik Diantara yang Baik: Itu Ada Pada Anies Baswedan

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Advertisement

Bagikan Artikel: