Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Masuki Tahun Ketiga, MicroMentor Indonesia Makin Gencar Dukung UMKM Bertahan & Bertumbuh

Masuki Tahun Ketiga, MicroMentor Indonesia Makin Gencar Dukung UMKM Bertahan & Bertumbuh Kredit Foto: Tri Nurdianti
Warta Ekonomi, Jakarta -

Untuk membuktikan komitmen serta dapat terus berkontribusi aktif terhadap kemajuan UMKM, MasterCard dan PT Bank Commonwealth (Bank Commonwealth) mengumumkan kelanjutan dari program kolaborasi yang dijalankannya, yaitu program MicroMentor Indonesia (MMI) yang saat ini sudah memasuki tahun ketiga.

UMKM Indonesia saat ini telah menjadi tulang punggung perekonomian bangsa dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 61% dan menyerap 97% tenaga kerja. Meskipun kontribusinya terhadap perekonimian bangsa begitu besar, namun ternyata masih ada banyak tantangan yang harus dihadapi agar UMKM tetap dapat bertahan dan terus tumbuh.

Dalam acara konferensi pers ulang tahun ke-3 program MicroMentor Indonesia pada Jumat (19/8/2022), Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UKM, mengatakan bahwa salah satu tantangan yang harus dihadapi adalah masih rendahnya tingkat literasi digital masyarakat. Padahal digitalisasi dalam usaha dan bisnis dapat membantu UMKM dalam bertahan dan bertumbuh.

Baca Juga: Strategi Kemitraan di Balik Kesuksesan Program MicroMentor Indonesia

“Indeks literasi digital masyarakat Indonesia masih perlu ditingkatkan. Hasil survei literasi digital yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Siberkreasi dan Katadata, pada tahun lalu menunjukkan indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1-4, dan belum mencapai tingkatan yang baik,” ungkapnya.

Sebagai perwakilan dari Menteri yang hadir dalam acara, Yulis selaku Staf Ahli Menteri Bidang Produktivitas dan Daya Saing Kementerian Koperasi dan UKM turut membeberkan tantangan para pelaku usaha di masa ini.

“Dari 64 juta UMKM, sebagian besar masih dalam sektor informal sehingga perlu didorong melalui transformasi untuk menjadi formal. Dari profil UMK tahun 2019, dari total 4 juta, 96% tidak memiliki sertifikat, dan hanya 4% saja memiliki sertifikat berupa SNI, HKI, dan sertifikat lainnya,” tutur Yulius.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah berusaha untuk mendorong usaha mikro informal menuju formal melalui transformasi digital. Mendukung program transformasi digital nasional yang digemakan pemerintah, program MMI berupaya membantu dalam percepatan digitalisasi melalui pelatihan dan pendampingan kepada UMKM dengan menghubungkan UMKM dengan mentor bisnis dan pelatihan keamanan siber sehingga UMKM dapat menjadi bagian dari ekosistem digital.

“Mastercard telah bekerja sama dengan mitra-mitra utama seperti Bank Commonwealth, Mercy Corps Indonesia, serta Kementerian Koperasi dan UKM untuk menyediakan pelatihan profesional dan bisnis untuk UMKM dan relawan mentor guna membantu mereka beralih ke digital lebih cepat dan lebih tangguh,” ujar Navin Jain, Presiden Director PT Mastercard Indonesia.

Ia melanjutkan, "program MMI merupakan bagian dari komitmen Mastercard, di bawah Mastercard Academy 2.0, untuk memberdayakan 100.000 masyarakat Indonesia dengan keterampilan yang mereka perlukan untuk berhasil dalam ekonomi digital. Mastercard percaya program ini sangat penting dalam mendukung pemulihan pascapandemi dan perjalanan transformasi sigital dari para pelaku usaha.”

Baca Juga: Setelah Bank Bengkulu, Kini Bank Sultra Gabung Dalam KUB Bank Bjb

Penulis: Tri Nurdianti
Editor: Rosmayanti

Advertisement

Bagikan Artikel: